Sahabat Sehat, industri fashion memiliki pergerakan sangat cepat dan dituding sebagai pembawa masalah terhadap lingkungan. Hal ini dikarenakan berbagai aspek dan praktik dalam industri fashion yang dianggap kurang etis. Menanggapi hal ini bermunculan perusahaan yang berusaha mempraktikkan ethical fashion.
Mengenal Ethical Fashion
Pengertian umum ethical fashion, adalah fashion yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap manusia, hewan, dan planet. Memproduksi item pakaian melibatkan desain, tenaga kerja, dan bahan.

Kebalikan dari “fast fashion“, yaitu fashion yang diproduksi murah, berkualitas rendah, dan sekali pakai, yang tidak dimaksudkan untuk bertahan lama. Fokus ethical fashion adalah menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua pekerja dan lingkungan kita, sambil mengatasi ketidakadilan yang sudah ada dan mengurangi potensi bahaya. Ethical fashion terdengar samar dan sulit untuk didefinisikan, tetapi juga berarti perubahan inovatif yang meningkatkan dan memperbaiki kehidupan orang.
Berbeda dari Fast Fashion
Berbanding terbalik dengan ethical fashion yang meminimalisasi efek negatif terhadap pekerja, hewan, dan lingkungan. Fast fashion berorientasi pada kecepatan. Cirinya adalah volume tinggi dengan margin keuntungan rendah. Produk fast fashion memiliki harga lebih terjangkau.
Fast fashion mendorong individu berbelanja secara impulsif, tidak memperhatikan kesejahteraan pekerja garmen, material tidak berkelanjutan, dan berdampak pada meningkatnya sampah pakaian.
Gerakan Mengurangi Dampak Buruk Industri Fashion
Laporan tahun 2020 Global Fashion Agenda dan McKinsey menemukan jika industri melanjutkan inisiatif dekarbonisasi, emisi akan dibatasi hingga 2,1 miliar ton/tahun pada 2030 atau setara 4% dari total emisi dunia. Beberapa negara mulai mengambil inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan industri fashion. Di Inggris, Sustainable Clothing Action Plan diluncurkan pada tahun 2012. Rencana aksi ini menyatukan 90 merek Inggris atau pemegang 50% total penjualan pakaian di Inggris. Laporan dirilis pada Oktober 2021, menyatakan mereka mengurangi jejak limbah 2,1% dan 4% limbah pakaian rumah tangga.
Penerapannya dan Peran Konsumen
Brand perlu memastikan penggunaan bahan dan warna yang mendukung keberlanjutan, kelayakan kondisi tenaga kerja, sistem perburuhan yang etis, dan bertanggung jawab atas material sisa. Ethical fashion mempertimbangkan dampak penggunaan kain, seperti linen, katun, poliester, denim, atau ECONYL Perusahaan yang menerapkannya umumnya memilih bahan berdampak lingkungan rendah (kapas organik) atau menggunakan kembali bahan yang sudah beredar (deadstock).

Produsen juga diharapkan mampu melacak rantai pasokan bahan yang digunakan. Selain itu, juga mengetahui berapa banyak pertanian dan karyawan garmen yang terlibat hingga upah para penjahit.
Bagaimana Cara Mendukung Gerakan Ini?
Guna mendukung ethical fashion ada beberapa hal kecil yang bisa dilakukan. Hati-hati dengan “greenwashing“, yaitu ketika merek memasarkan diri sebagai ramah lingkungan tetapi sebenarnya tidak. Lakukan riset mengenai bagaimana brand pakaian favorit Sahabat Sehat memproduksi pakaian mereka. Teliti apakah suatu merek mendukung kehidupan yang berkelanjutan, serta membuat pakaiannya dengan bahan yang etis dan ramah lingkungan. Sebelum membeli pakaian, pastikan karena kamu butuh dan bukan sekadar untuk tren.
Yuk, dukung upaya ethical fashion dengan lebih bijak menjadi pembeli!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
