Apa pentingnya menjaga kesehatan mental anak sejak dini? Kesehatan mental yang baik dan stabil tentu perlu dijaga sejak dini, sehingga memungkinkan seseorang berpikir jernih, fokus, berkembang dari segi sosial, dan mudah mempelajari keterampilan baru.
Sahabat Sehat, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebesar 10-20% anak dan remaja mengalami gangguan mental. Oleh karena itu, orang tua harus segera berperan menerapkan berbagai hal yang mampu menjaga kesehatan mental anak sejak dini.

Menjalin Hubungan Emosional
Hubungan anak dan orang tua perlu terjalin dengan baik, bukan hanya secara verbal dan perilaku, namun juga secara emosional. Mulailah dengan komunikasi yang baik dan hindari mengucapkan kalimat yang menyakiti hati anak.
Lakukan berbagai kegiatan menyenangkan bersama anak, seperti menyanyi, membaca buku, menggambar, mewarnai, bermain, bersepeda, dan sebagainya. Upayakan ada kegiatan rutin dan rekreasi bersama seluruh anggota keluarga, sehingga anak juga dekat dengan kakak, adik, kakek, dan neneknya.
Menciptakan Rumah Sehat, Aman dan Nyaman
Rumah adalah tempat pertama anak mempelajari semua hal. Keluarga harmonis dengan lingkungan rumah yang sehat, aman dan nyaman, tentu mendukung perkembangan mental anak. Perasaannya akan terkondisi dan selalu senang, nyaman, juga bahagia.
Selain itu, kondisi fisik dan mental juga saling berkaitan, sehingga penerapan pola hidup sehat juga akan mendukung kesehatan mental. Asupan makanan bergizi seimbang setiap harinya mampu membuat si kecil bergerak aktif untuk meningkatkan hormon bahagianya. Berilah waktu bermain dan biarkan anak mengeksplorasi dunianya.
Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Sosial
Percaya diri adalah modal penting supaya anak bisa melakukan setiap hal dengan yakin dan optimal. Sedari kecil, berilah stimulus agar anak percaya diri. Pertama, berikan pujian saat mereka belajar hal baru. Selanjutnya, bantu anak menentukan tujuan yang sesuai dengan kemampuannya. Hindari untuk memberi ucapan atau sikap yang membuat anak berhenti mencoba setelah ia gagal.

Selain membangun rasa percaya diri, latihlah anak untuk melakukan kerja sama tim. Dengan demikian, anak bisa menemukan teman baiknya dan terbiasa berkomunikasi dengan orang sekitar. Kemampuan bersosialisasi juga bisa dibentuk dengan cara mengajak anak mengunjungi lingkungan sekitar.
Menikmati Proses dan Atasi Masalah
Kestabilan emosi anak bisa diasah dengan mengajarkannya menikmati proses. Segala sesuatu tidak ada yang instan dan tidak selalu cepat diperoleh. Berikan pemahaman juga bahwa kemenangan atau mencapai tujuan bukanlah segalanya. Proses adalah hal terpenting dan hasil akan mengikuti. Dengan pola pikir demikian, anak akan paham betapa pentingnya usaha dan lebih mudah menerima kegagalan sebagai pelajaran berharga untuk berproses lebih baik.
Selain itu, Sahabat Sehat juga bisa memberi pemahaman kepada anak mengenai cara untuk mengtasi permasalahan yang dialaminya. Jika si kecil stres karena temannya nakal, berdebat dengan teman, atau terlalu banyak PR, maka ajaklah ia melupakan masalahnya sejenak dan tanyakan hal yang membuatnya lebih baik. Berikan pengertian bahwa diperlukan pikiran dan hati yang tenang saat menghadapi masalah.
Berbagai cara di atas sangat penting dalam membangun kondisi emosional anak yang baik dan stabil. Perkembangan emosinya yang baik akan mendukung berbagai kegiatannya dan kehidupan sosialnya yang berdampingan dengan orang lain.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
