Perlukah Suplemen untuk Atlet Olahraga?

Konsumsi suplemen cukup populer di kalangan para atlet karena dianggap memiliki efek yang bagus terhadap performa. Suplemen yang digunakan dapat berupa multivitamin dengan kandungan sederhana hingga campuran yang kompleks. Akan tetapi, apakah perlukah suplemen untuk atlet olahraga? 

Jenis Suplemen untuk Atlet

Suplemen merupakan salah satu faktor pendukung performa atlet. Terdapat tiga kategori suplemen yang biasa dikonsumsi oleh para atlet, yaitu:

kebutuhan suplemen atlet
Foto; Freepik.com

Kategori Dietary atau Makanan

Kategori suplemen ini berupa zat gizi mikro seperti kalsium, zat besi, zink, dan multivitamin. Perlu diperhatikan, tidak semua atlet membutuhkan asupan suplemen vitamin ini karena zat gizi mikro masih dapat diperoleh dari makanan sehari-hari. Suplemen vitamin ini hanya dikonsumsi apabila atlet mengalami defisiensi zat gizi mikro tertentu yang tidak cukup bila hanya dipenuhi dari makanan sehari-hari.

Kategori Olahraga

Kategori suplemen ini cukup populer berupa energy bars, energy gels, dan sport drinks. Apabila atlet akan mengonsumsi suplemen jenis ini, atlet harus benar-benar memerhatikan jenis gula yang terkandung di dalamnya karena level fruktosa yang terlalu tinggi dapat mengganggu sistem pencernaan.

Kategori Ergogenik

Kategori suplemen ini paling umum adalah berupa asam amino BCAA atau branched-chain amino acid, antioksidan, kreatin, kafein, dan lain sebagainya. Suplemen ini lebih baik digunakan jika telah mendapat rekomendasi dari ahli gizi dan dokter olahraga pendamping sesuai kebutuhan.

Kebutuhan Suplemen untuk Atlet

Pemenuhan gizi atlet secara umum mengacu pada Sport Nutrition Pyramid (piramida gizi olahraga). Fokus prioritas utama atlet adalah untuk memenuhi gizi seimbang. Setelah itu dilanjutkan dengan pendampingan gizi olahraga dan selanjutnya dilengkapi penggunaan suplemen bila diperlukan sesuai dengan kondisi atlet dan cabang olahraga. 

Foto: Piramida Gizi Olahraga

Tidak semua atlet memahami kebutuhan energi dan zat gizi yang tepat bagi tubuhnya. Sehingga kebiasaan konsumsi suplemen yang berlebihan dan tidak sesuai rekomendasi kebutuhan atlet hanya akan menyebabkan masalah bagi tubuh atlet itu sendiri.

Oleh karena itu, suplemen dapat digunakan oleh atlet bila diperlukan. Akan tetapi jangan sampai atlet pada berfokus pada penggunaan suplemen untuk meningkatkan performa kemudian mengesampingkan pentingnya gizi seimbang dan pengaturan gizi olahraga. 

Referensi
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Panduan Pendampingan Gizi Pada Atlet. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Wardenaar, Floris. (2017). Evaluation of dietary intake and nutritional supplement use of elite and sub-elite Dutch athletes : Dutch Sport Nutrition and Supplement Study.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.