Sahabat Sehat, seorang atlet tentu perlu siap bertanding di berbagai tempat dan kondisi yang berdeda. Oleh karena itu, seorang atlet dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan, termasuk berbagai jenis makanan yang tersedia di lokasi supaya ngga mengganggu performanya saat bertanding. Tentu ini bukan hal yang mudah, karena saluran pencernaan ternyata juga butuh beradaptasi dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi, loh!

Adaptasi saluran pencernaan pada atlet
Atlet yang mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai kebutuhanya, akan mendapatkan energi yang cukup untuk bertanding. Oleh karena itu, pola makan seorang atlet perlu diperhatikan, terutama ketika mendekati waktu pertandingan. Akan sangat berisiko, kalau atlet menjadi kurang fit sebelum bertanding akibat makanan yang dikonsumsi.
Nah, salah satu yang dibutuhin atlet adalah adaptasi saluran pencernaan. Hal ini juga sering disebut dengan training the gout. Tujuannya, supaya saluran pencernaanya khususnya lambung dan usus ngga “kaget” ketika dihadapkan dengan makanan yang sebelumnya jarang dikonsumsi. Dengan begitu proses absorbi zat gizi bisa tetap lancar tanpa menyebabkan gangguan sistem pencernaan.
Diet adaptasi saluran cerna bisa membantu atlet terhindar dari kembung, kram, diare, mual maupun muntah. Pasti ngga mau dong, suasana berubah jadi genting karena atlet mengalami gangguan pencernaan sebelum bertanding. Oleh karena itu, penting untuk melakukan diet adaptasi pencernaan untuk mendukung performa atlet. Berikut ini, tips supaya saluran pencernaan bisa lebih mudah beradaptasi.
Saat bertanding di cuaca panas
Jika akan bertanding dengan kondisi cuaca panas, tentunya atlet lebih akan berisiko mengalami dehidrasi. Atlet bisa latihat untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak supaya terhindar dari dehidrasi. Jika tubuh sudah dibiasakan mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak sebelum bertanding, maka risiko terjadinya kembung bisa diminalisir.
Nah, untuk membiasakannya, cobalah untuk mengonsumsi 500 ml cairan pada malam hari sebelum tidur. Saat bangun tidur, minumlah 500 ml air. Kemudian, dalam rentang waktu 20-30 menit sebelum berolahraga atau berlatih, konsumsi 400-600 ml air. Setelah berolahraga atau berlatih, setiap pengurangan 0,5 kg berat badan cobalah untuk mengonsumsi 500 ml air. Adaptasi ini bisa dilakukan selama 3-4 minggu sebelum atlet bertanding supaya tubuhnya ngga kesulitan mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak.

Bagi atlet jenis olahraga endurance
Atlet jenis olahraga endurance, khususnya ultra marathon perlu membiasakan diri untuk malakukan pengonsongan lambung terutama karbohidrat supaya cepat dicerna. Pembiasaan pengosongan lambung perlu dilakukan karena atlet cabang olahraga ini akan mengonsumsi makanan tinggi karbohodrat seperti sport bar atau sport gel ditengah pertandingan.
Jika atlet ngga dibiasakan untuk mengonsumsi karbohidrat sejak awal, maka sangat berisiko mengalami ketidaknyaman perut saat bertanding. Proses pembiasaan ini bisa dilakukan dengan meningkatkan konsumsi karbohidrat, seperti memberikan tambahan 400 gram karbohidrat selama 3 hari untuk mempercepat pengosongan lambung atlet.
Sahabat Sehat itulah beberapa cara adaptasi pencernaan yang bisa dilakukan atlet sebelum bertanding. Semoga pembiasaan ini bisa mendukung performa terbaik saat bertanding!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
Hapsari. Mirza dkk. 2021. Pedoman Penatalaksanaan Gizi Atlet. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. https://ugmpress.ugm.ac.id/id/product/kesehatan/pedoman-penatalaksanaan-gizi-atlet
Noor Mudrikah Khilda. 2021. Makanan Pra-Pertandingan yang Tepat untuk Atlet. https://www.researchgate.net/publication/353557592_MAKANAN_PRA-PERTANDINGAN_YANG_TEPAT_UNTUK_ATLET
Siska dkk. 2021. Fokus Grup Diskusi Pengaturan Makan Sesuai Periode Latihan pada Pelatih Sepak Bola Atlet Junior. Sport and Nutrition Journal. 3 (1): 23-31. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/spnj/article/view/45553/18467
