Tips Memenuhi Kebutuhan Gizi saat Si Kecil Belajar Puasa

Halo, Teman Sehat! Para orang tua ada ngga sih, yang bingung bagaimana cara melatih si kecil belajar puasa? Nah, pasti kamu sudah ngga asing dengan kewajiban dan manfaat puasa yang ternyata penting untuk efisiensi metabolisme tubuh. Jadi dengan melakukan puasa yang benar selain mendapat pahala tubuh pun jadi lebih sehat.

Terus, buat si kecil gimana ya, sebenernya umur berapa bisa dilatih puasa? Gizinya ngga apa-apa tuh, kan mereka masih masa pertumbuhan? Wah wah, coba simak ulasan berikut yuk!

Kapan anak boleh mulai berpuasa?

Melatih anak untuk berpuasa
Foto: Pexels.com

Teman Sehat, sebenarnya secara fisiologis tubuh bisa mempertahankan kadar gula darah normal sampai 4 jam setelah makan, kemudian selanjutnya tubuh akan menggunakan cadangan gula darah di hati untuk dipecah, serta memecah cadangan lemak dan protein dalam tubuh hingga 16 jam setelah makan.

Metabolisme tubuh pun menjadi lebih lambat namun lebih efisien, sehingga tubuh menjadi lebih fit, bahkan bisa menurunkan stress oksidatif dan mencegah penuaan dini, loh! Semua ini tentunya dilakukan dengan jadwal dan komposisi makanan yang tepat saat sahur dan berbuka.

Nah, selain mempersiapkan untuk ibadah puasa saat nanti baligh, mengajarkan puasa untuk si kecil juga bermanfaat untuk mengajarkan pengendalian diri dan disiplin, loh. Usia memulainya tergantung masing-masing anak, tapi biasanya kamu mulai melatih anak berpuasa sejak usia 4-5 tahun, bertingkat mulai 4 jam perlahan-lahan sesuai kemampuan anak.

4 Tips melatih si kecil untuk puasa

Tips melatih anak untuk berpuasa
Foto: Pexels.com

Nah, Teman Sehat perhatikan juga bahwa latihan perlu dilakukan secara perlahan dan menyenangkan bagi si kecil. Selain itu, kamu bisa terapkan 4 tips berikut:

  1. Pastikan si kecil dalam kondisi sehat. Jika ada riwayat penyakit atau kebutuhan khusus, sebaiknya dapat dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.
  2. Children see, children do. Mulai sejak dini dengan mencontohkan ke si kecil saat sahur, puasa, berbuka dan jelaskan mengapa kita harus berpuasa.
  3. Latih secara bertahap, tanpa paksaan dan lakukan sesuai kemampuan si kecil.
  4. Berikan hadiah saat si kecil berhasil menjalankan puasanya. Eits, tapi hindari memberikan reward dalam bentuk makanan ya, sebab biasanya hadiah sejenis ini berupa jajanan rendah gizi atau fast food yang nantinya memberikan persepsi kurang baik bagi si kecil.

Mengatur gizi si kecil saat belajar puasa

mengatur kebutuhan gizi anak saat puasa
Foto: Pixabay.com

Pada prinsipnya pemenuhan gizi si kecil ngga jauh berbeda dengan saat ngga puasa, kebutuhan zat gizi makro dan mikro tetap perlu terpenuhi. Saat sahur, kamu bisa berikan makanan dengan indeks glikemik rendah hingga sedang seperti ubi, kacang hijau, oatmeal, roti gandum, apel, jeruk, dan pisang yang bisa mempertahankan kadar gula darah lebih lama.

Sebaliknya, berikan makanan dengan indeks glikemik tinggi untuk meningkatkan kadar gula darah dengan cepat saat berbuka, seperti nasi, kentang atau roti. Selain itu, jangan lupa juga berikan protein dari lauk pauk baik hewani maupun nabati, serta serat dan lemak yang dikombinasikan dengan makanan lain.

Nah bagaimana, Teman Sehat? Biasanya kesulitan yang muncul di awal adalah membangunkan si kecil saat makan sahur, tapi seiring berjalannya waktu si kecil akan mulai terbiasa kok. Biasanya jenis makanan saat sahur, berbuka dan hari biasanya memang ngga berbeda, kamu hanya perlu memperhatikan dan mengkombinasikan asupannya supaya gizinya tetap terpenuhi. Jangan lupa juga untuk variasikan makanan sehat agar si kecil semakin semangat dan belajar dengan menyenangkan. Selamat berpuasa, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Kalra S, Al Deeb A, Sahay R. Ramadan fasting in children. J Pak Med Assoc. 2019 May;69(5):745-746. PMID: 31105303. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31105303/

Png W, Bhaskaran K, Sinclair AJ, Aziz AR. Effects of ingesting low glycemic index carbohydrate food for the sahur meal on subjective, metabolic and physiological responses, and endurance performance in Ramadan fasted men. Int J Food Sci Nutr. 2014 Aug;65(5):629-36. doi: 10.3109/09637486.2014.886187. Epub 2014 Feb 13. PMID: 24524697. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24524697/

Prawitasari, Titis. 2015. Mempersiapkan Anak Berpuasa. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mempersiapkan-anak-berpuasa

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.