Sahabat Sehat, bagi penggemar drama dan anime buatan Negeri Sakura tentunya sudah familiar dengan makanan berbahan dasar belut (unagi). Belut menjadi salah satu delicacy dalam kuliner Jepang. Belut yang dimaksud disini adalah Anguilla japonica (unagi Jepang). Meski, belut dikenal akan kelezatannya, tetapi tak semua jenis aman dikonsumsi karena ada yang mengandung racun.

Racun dalam serum darah belut
Ichthyohemotoxin adalah racun dalam serum belut dan dikenal juga sebagai toksin serum ikan. Kandungan kimia utamanya adalah protein. Pigmen kehijauan berupa lipoprotein yang memiliki biliverdin sebagai kromofor. Racun serum belut adalah protein sederhana monomer dengan molekul massa 100 kDa dan titik isoelektrik 6,1. Toksisitasnya mungkin terkait dengan pigmen warna biru-hijau.
Concern terhadap ichthyohemotoxin
Ichthyohemotoxin ditemukan dalam darah berbagai spesies belut yang berbeda dan dianggap sebagai bentuk keracunan makanan yang langka. Spesies belut yang diketahui mengandung ichthyohemotoxin termasuk Anguilla anguilla, Conger conger, dan Muraena helena. Sangat sedikit yang diketahui tentang sifat racun ini. Namun, tingkat fatalnya bisa hingga menyebabkan kematian.
Indikasi Gejala Keracunan
Minum serum belut segar dapat menyebabkan gejala sistemik, seperti, diare, muntah, sianosis, denyut nadi tidak teratur, dan gangguan pernapasan. Bahkan, paling fatalnya menyebabkan kematian.
Tapi, gejala sistemik seperti itu ngga akan terjadi dalam keadaan normal, ichthyohemotoxin ngga dianggap sebagai bahaya dari sudut pandang sanitasi pangan. Namun, respon inflamasi lokal dapat terjadi pada individu yang lidah atau matanya mengalami kontak dengan racun tersebut.

Gejala racun tersebut masuk ke mulut bisa berupa rasa terbakar, kemerahan pada lapisan kulit dalam (mukosa), dan produksi air liur berlebih (hipersalivasi). Sedangkan, gejala bila racun tersebut terkena mata berupa rasa terbakar yang hebat, mata merah dan berair, pembengkakan kelopak mata, serta sensasi seolah-olah ada benda asing di mata dapat bertahan selama beberapa hari.
Pengobatan dan Pencegahan
Belum ada vaksin khusus untuk toksin serum belut, tetapi pemberian suntikan serum belut secara berulang telah terbukti menghasilkan kekebalan pada hewan uji laboratorium. Pencegahannya yang paling mudah yaitu lebih berhati-hati ketika menangani belut segar dan memakai sarung tangan tebal supaya darah segar belut ngga bersentuhan dengan tubuh, terutama mata dan mulut.
Nah, yang terpenting, jangan pernah mencoba minum darah segar belut. Proses pemasakan mungkin dapat menghilangkan racun tersebut, meski belum terdapat bukti ilmiah lebih lanjut.
Sahabat Sehat, keracunan ichthyohemotoxin memang jarang terjadi, tetapi ada baiknya supaya kamu tetap waspada. Jika berniat memasak belut sendiri, pastikan gunakan sarung tangan tebal dan hindari terciprat darahnya. Bagaimanapun juga mencegah lebih baik kan daripada mengobati.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
