Yuk, Ketahui Ergogenic Aids. Berbahayakah?

Teman sehat, pernah kah kamu mendengar istilah ergogenic aids? Dari segi gizi, ergogenic aids juga dikenal dengan istilah suplemen. Biasanya zat ergogenikk dikonsumsi oleh atlet dalam jumlah yang terbatas. Sebenarnya apakah berbahaya jika dikonsumsi terus-menerus? Nah, yuk cari tau terkait zat ergogenik.

Ergogenic aids

ergogenic aids, zat ergogenik
Foto: Pixabay.com

Ergogenic aids atau zat ergogenik secara umum merupakan suatu prosedur, alat atau bahan yang bisa meningkatkan produksi energi, mengontrol energi dan efisensi energi selama kinerja olahraga yang bisa memberikan tambahan yang lebih banyak dibandingkan latihan dengan intesitas normal. Biasanya bagi atlet, zat ergogenik dikonsumsi untuk mendapatkan tercapainya prestasi terbaik sesuai keiinginan. Tapi saat ini, orang-orang yang ingin membentuk tubuhnya juga mulai mengonsumsi zat ergogenik, loh!

Syarat konsumsi ergogenic aids

ergogenic aids, zat ergogenik
Foto: Pixabay.com

Teman Sehat, menurut International Society of Sport Nutrition (ISSN) ada beberapa cara penggunaan zat ergogenik adalah :

  1. Harus mengikuti dosis yang tercantum pada kemasan
  2. Disesuaikan dengan waktu latihan yaitu sebelum, saat sedang dan setelah latigan
  3. Perlu dikonsultasikan ke dokter jika mengonsumsi suplemen ergogenik melebihi aturan

Selain itu, syarat terpenting untuk mengonsumsi zat ergogenik, yaitu zat yang akan dikonsumsi haruslah aman atau ngga melanggar hukum, efektif saat digunakan dan perlu mempertimbangkan risiko dan keuntungan saat digunakan.

Saat ini sebagian orang  banyak yang mengonsumsi berbagai suplemen ergogenik untuk pembentukkan otot. Nah, perlu diingat jika sudah memiliki pola makan yang baik, kamu ngga perlu lagi mengonsumsi zat ergogenik.

Contohnya saja seseorang yang rutin mengikuti gym dan fitness, tapi orang tersebut hanya melakukan latihan 3-4 kali per minggu, disarankan ngga mengonsumsi suplemen ergogenik setiap hari. Karena kebutuhannya sudah tercukupi dengan asupan makanan.

Contoh zat ergogenik

Berikut ini beberapa zat yang termasuk ergogenik:

  • Kreatinin
  • Asam amino
  • Kafein
  • Taurin

Dampak mengonsumsi orgogenic aids

Ergogenic aids, zat ergogenik
Foto: Pixabay.com

Perlu dicermati anak usia remaja ngga disarankan untuk konsumsi suplemen jika memang ngga benar-benar dibutuhkan, karena efek suplemen yang bisa saja membahayakan kesehatan. Terutama efek yang bisa mengganggu masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika ngga dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan malah bisa berdampak buruk bagi tubuh, seperti jatung yang berdebar dan kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan zat ergogenik mengandung kafein.

Selain itu, perlu diketahui bahwa mengonsumsi zat orgogenik tanpa dibarengi dengan konsumsi gizi seimbang dan latihan rutin, ngga akan membuat massa otot meningkat. Ini dikarenakan cara kerja ergogenic aids adalah memperbaiki bagian otot yang luka karena latihan dengan intesitas yang berat sehingga pertumbuhan otot menjadi semakin cepat dan besar.

Nah jika kamu ngga melakukan aktivitas berat, zat ergogenik hanya akan berubah menjadi lemak atau malah memperberat kinerja ginjal. Jadi sebelum mengonsumsinya, ada baiknya kamu lebih mencermati bagaimana fungsi dan tujuan penggunaan zat ergogenik ini.

Nah Teman Sehat, meskipun bisa membermanfaat untuk meningkatkan performa, zat ergogenik malah bisa berbahaya jika dikonsumsi sembarangan dan ngga sesuai dengan dosis. Jadi sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsinya, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Pedoman Gizi Masyarakat
https://drive.google.com/drive/folders/1T8O5Br2dYM3rMHLzn9DF_KD3mpgwSMOA

Wijaya, M. Q. A., & Riyadi, H. 2015. KONSUMSI SUPLEMEN ATLET REMAJA DI SMA RAGUNAN JAKARTA. Jurnal Gizi Dan Pangan10(1). http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/view/9309

Schubert, Matthew M., T. A. Astorino. 2013. A Systematic Review of the Efficacy of Ergogenic Aids for Improving Running Performance, Journal of Strength and Conditioning Research: June 2013 – Volume 27 – Issue 6 – p 1699-1707 doi: 10.1519/JSC.0b013e31826cad24

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.