4 Cara Memasak Ikan, Apa Pengaruhnya terhadap Kandungan Zat Gizinya?

Halo Teman Sehat! Apakah kamu penggemar ikan? Jika ya, maka kamu beruntung! Ikan mengandung banyak protein dan zat gizi lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Meskipun begitu, cara mengolah ikan bisa mempengaruhi kandungan zat gizinya serta efeknya bagi kesehatan. Di antara menggoreng, menumis, memanggang dan mengukus, cara manakah yang paling tepat untuk menjaga zat gizi pada ikan? Yuk, cek penjelasan berikut!

1. Menggoreng

Menggoreng dilakukan dengan minyak panas bersuhu 170-200°C. Cara ini merupakan salah satu yang paling umum dilakukan. Sayangnya, saat menggoreng banyak zat gizi yang mengalami perubahan, misalnya kemungkinan menyerapnya minyak ke dalam ikan yang bisa membuat kalori ikan bertambah. Bukan hanya itu, kandungan penting seperti omega-3 ternyata sangat rentan terhadap panas. Meskipun efek pada setiap jenis ikan berbeda, hal tersebut bisa membuat manfaat yang kamu diperoleh ngga maksimal. Contonhya pada ikan tuna, kandungan omega- 3 bisa mengalami penurunan hingga 70-80% saat digoreng.

4. Menumis

black steel wok, saute

Jika dibandingkan dengan menggoreng, menumis bisa dikatakan lebih sehat. Selain karena jumlah minyak yang digunakan lebih sedikit, waktu saat ikan terpapar oleh panas juga ngga terlalu lama. Jika terpapar dalam suhu tinggi dalam waktu yang lama, komponen-komponen berbahaya bisa saja terbentuk. Salah satunya adalah senyawa karsinogenik seperti heterocyclic amines (HA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) yang bisa menyebabkan kanker. Heterocyclic amines merupakan senyawa yang terbentuk ketika makanan yang berkadar protein tinggi seperti daging dan ikan dipanaskan. Semakin tinggi suhu dan waktu pemanasan, maka senyawa heterocyclic amines yang terbentuk juga semakin banyak. Oleh karena itu, mengurangi waktu masak bisa menjaadi pilihan yang tepat.

3. Memanggang

Dengan cara memanggang, ikan akan dipanaskan pada udara kering dengan suhu 180-280°C. Memanggang bisa dilakukan dengan menggunakan oven ataupun dengan di bakar langsung di atas bara api. Tidak seperti saat menggoreng, jumlah minyak yang digunakan saat memanggang ngga terlalu banyak. Tapi, ketika memanggang risiko terbentuknya heterocyclic amines dan polycyclic aromatic hydrocarbons juga masih ada. Terlebih jika proses memanggang dilakukan langsung di atas bara api. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah HA dan PAH pada ikan yang dipanggang, salah satunya adalah dengan melakukan marinasi atau dengan melapisinya dengan aluminium foil.

4. Mengukus

Kukus Ikan, Makanan Cina, Bertengger

Metode ini ngga membutuhkan penambahan minyak, dengan begitu angka kalori pada ikan ngga akan bertambah. Saat mengukus, media yang digunakan untuk menghantarkan panas adalah air. Air memiliki titik didih yang lebih rendah dari minyak, sehingga suhu yang diperlukan untuk mengukus bisa lebih sebentar. Dengan suhu pemanasan yang lebih rendah, kerusakan omega-3 pada ikan dapat diminimalisir. Meskipun begitu, tetap ada risiko lainnya ketika kamu memasak ikan dengan cara mengukus. Jika kamu mengukus dalam waktu yang terlalu lama, bisa saja terbentuk produk oksidasi kolestrol yang bisa menjadi racun apabila dikonsumsi.  Untungnya, terjadinya risiko tersebut ngga terlalu besar.

Nah, Teman Sehat lebih memilih teknik pengolahan yang mana? Semuanya akan kembali pada kebutuhan ya! Memasak dengan metode apapun tetap akan menimbulkan risiko bagi kesehatan. Tapi, kamu tetap bisa berusaha untuk meminimalisir risiko yang akan terjadi.  Semoga informasi di atas bisa bermanfaat!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.