4 Langkah Aman Mengonsumsi Pangan!

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu? Biasanya kasus keracunan makanan terjadi akibat penanganan makanan yang kurang baik dan benar. Nah, sebelum mengolah makanan, tentunya dibutuhkan langkah-langkah agar makanan yang kamu konsumsi tetap aman sampai disajikan. Kira-kira, langkah apa saja, ya ? Yuk, simak penjelasannya di sini!

1. Membersihkan sebelum memulai

Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir, sebelum maupun sesudah menyiapkan makanan. Selain itu, kamu juga perlu mecuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, membersihkan sampah, batuk maupun bersin, dan menangani bahan pangan segar hewani.

  • Mencuci peralatan dan permukaan

Cuci bersih semua permukaan barang yang bersentuhan dengan bahan pangan segar hewani (daging, unggas, ikan dan telur mentah), seperti talenan, pisau maupun wadah plastik sebelum digunakan untuk keperluan lainnya.

Selain itu, pertimbangkanlah untuk menggunakan lap kertas saat membersihkan permukaan dapur. Jika kamu lebih suka menggukan lap kain, maka seringlah mencucinya agar ngga ada kontaminasi silang dengan bahan pangan lain.

  • Mencuci buah dan sayuran

Potonglah bagian buah atau sayuran yang terlihat rusak atau memar, lalu bilas di bawah air mengalir tanpa sabun. Keringkan buah dan sayuran yang akan kamu olah maupun konsumsi, dengan menggunakan lap kertas atau lap kain yang bersih.

2. Pisahkan bahan pangan

  • Gunakanlah wadah yang baru saat menyajikan makanan matang. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kontaminasi silang bakteri jahat pada makanan matang.
  • Jika dimungkinkan, kamu bisa menggunakan talenan dan piring terpisah untuk memproses bahan pangan segar hewani maupun nabati.
  • Saat belanja, pisahkanlah bahan pangan segar hewani dari bahan pangan segar lain maupun makanan olahan pada keranjang yang berbeda.
  • Tempatkan produk mentah dalam wadah atau kantong plastik tertutup saat akan disimpan. Simpan telur dengan wadahnya di rak utama kulkas maupun pada rak khusus telur.

3. Perhatikan cara memasaknya

  • Jika dibutuhkan, kamu bisa menggunakan termometer khusus mengecek suhu makanan untuk memastikan suhu pengolahan sudah sesuai. Biasanya alat ini digunakan untuk bahan pangan yang memiliki ketebalan tertentu.
  • Jika makanan yang sudah diolah ngga segera disajikan, pastikan untuk menjaga suhu makanan jauh dari zona suhu berbahaya. Suhu minimal untuk bahan pangan hewani yaitu 62°C (145°F), tetapi khusus untuk daging butuh waktu istirahat selama 3 menit.
  • Sedangkan suhu minimal untuk menjaga daging giling, campurang daging, dan telur yaitu pada suhu 71°C (160°F). Selain itu untuk olahan berbahan dasar unggas dan sisa makananyang dipanaskan, bisa dijaga pada suhu 73°C (165°F).
  • Jika kamu ingin mengonsumsi makanan mentah saat di restoran, pastikan kualitasnya dan kesegarannya pada pramusaji untuk menjaga keamanannya.

4. Prinsip pendinginan

  • Perhatikan suhu bakteri jahat yang berkembang biak paling cepat dalam kisaran suhu 4°C (40°F) dan 60°C (140°F)
  • Jika makanan olahan terpapar suhu di atas 32°C (90°F), maka dinginkanlah makanan tersebut dalam waktu 1 jam
  • Jangan melakukan thawing atau pencairan daging, unggas, dan makanan laut di meja, tetapi lakukanlah di lemari es, satu atau dua malam sebelum diolah
  • Pembekuan ngga mematikan bakteri jahat, tapi hanya menidurkannya hingga semua bahan pangan diolah.
  • Memotong bahan pangan menjadi lebih kecil, bisa membantu kamu untuk mendinginkan bahan pangan dengan cepat dan menghambat bakteri jahat berkembang biak.

Nah, berdasarkan informasi di atas, tentunya Teman Sehat bisa lebih paham mengenai langkah-langkah mengolah makanan dengan aman. Jangan lupa untuk memastikan makanan yang dikonsumsi selalu bersih dan sehat, ya! Semoga bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *