Mengunyah Makanan 32 Kali bisa Menurunkan Berat Badan?

Teman Sehat, pernahkah mendengar nasehat saat mengunyah harus dilakukan sebanyak 32 kali? Kabarnya, mengunyah dengan jumlah yang lebih sedikit daripada itu akan mengganggu proses pencernaan. Jika kurang dari 32 kali, makanan  yang masuk ke kerongkongan bentuknya masih kasar dan belum lumat. Sumber lain juga menyebutkan bahwa jumlah mengunyah bisa memengaruhi penurunan atau kenaikan berat badan. Apakah benar begitu? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Mengunyah makanan terlalu cepat

Makan yang terlalu cepat memengaruhi kenaikan berat badan seseorang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa apabila seseorang mengunyah makanan dengan cepat maka akan memengaruhi peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) sehingga lebih berisiko obesitas.

woman holding cake looking up

Mengunyah makanan dengan perlahan bermanfaat untuk mengatur berat badan dan menurunkan risiko obesitas. Siklus mengunyah dibagi menjadi dua tahapan  berdasarkan tekstur makanan diantaranya:

  1. Tahap menghancurkan: makanan akan dihancurkan oleh gigi bagian atas dan bawah
  2. Tahap menggeser: melibatkan kontak pada gigi dan biasanya terjadi setelah makanan dihancurkan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan buruk mengonsumsi makanan dengan cepat yaitu memberi jeda suapan makan, mengurangi jumlah makanan dalam satu suapan, atau menggunakan kombinasi keduanya. Namun, cepat atau lambatnya seseorang menguyah makanan berkaitan dengan jenis makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

woman in purple shirt holding green and yellow floral ceramic bowl

Jika orang tersebut memiliki jumlah asupan makan yang cukup tinggi maka mereka cenderung mengunyah dengan cepat dibandingkan merekan yang memiliki asupan rendah. Hal ini dapat disebabkan seseorang dengan jumlah asupan makan  tinggi cenderung makan terburu-buru bahkan sebelum otak mengirimkan sinyal lapar

Mengapa perlu mengunyah sebanyak 32 kali?

Saat mengonsumsi makanan, terjadi proses pemecahan makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil di dalam rongga mulut. Kemudian masuk ke lambung dan bercampur dengan zat asam lambung. Makanan yang sudah dihancurkan, dicerna menuju usus halus untuk diserap gizinya. Sisa makanan yang ngga diserap usus halus akan dibusukkan di usus besar dan dibuang oleh tubuh melalui anus. Sebuah studi membuktikan, mengunyah makanan dengan baik lebih efektif membantu menurunkan berat badan dibandingkan makan perlahan.

person standing on white digital bathroom scale

Lalu bagaimana dengan mengunyah makanan sebanyak 32 kali? Faktanya, angka ini hanya muncul secara acak. Namun, jumlah pastinya tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Misalnya untuk daging atau kacang-kacangan perlu dikunyah sebanyak 40 kali, sedangkan buah-buahan mungkin perlu dikunyah sebanyak 10 hingga 15 kali. Semakin keras tekstur makanan maka dibutuhkan semakin banyak kunyahan.

Ada baiknya bila kamu mengunyah makanan dengan baik dan ngga terburu-buru. Hal ini dikarenakan mengunyah terburu-buru bisa berdampak pada peningkatan asupan makan lebih sehingga meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang di sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.