Mengenal Lapisan Edibel pada Makanan

Pernahkah kamu mendengar berita apel yang dilapisi lilin? Tahukah kamu, sebenarnya lapisan lilin pada apel tersebut termasuk lapisan edibel yang aman untuk dimakan. Penasaran ngga Sahabat Sehat? Yuk, simak uraian di bawah ini!

Apa itu lapisan edibel?

Lapisan edibel atau edible coating merupakan lapisan yang berguna untuk melindungi makanan dari kerusakan sehingga tahan lebih lama. Selain itu, lapisan ini juga bisa membuat makanan nampak lebih menarik, seperti lebih mengkilap. Lapisan edibel biasanya digunakan untuk melapisi buah dan sayuran, karena buah dan sayuran tergolong cepat rusak. Buah dan sayur yang sering dilapisi antara lain, stroberi, apel, tomat, terong, dan timun.

lapisan edibel pada buah dan sayur
Foto: Unsplash.com

Pembuatan lapisan edibel

Lapisan ini bisa dibuat dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat, protein, atau lemak. Lilin termasuk dalam bahan pembuatan lapisan edibel berbasis lemak, jadi sebenarnya aman untuk dimakan. Beberapa jenis lilin yang telah dinyatakan aman oleh BPOM untuk digunakan sebagai lapisan edibel antara lain, malam (beeswax), lilin karnauba (carnauba wax), lilin kandelila (candelilla wax), syelak (shellac), lilin mikrokristalin (microcrystalline wax), dan pullulan. 

Lapisan edibel bisa berupa lembaran (edible film) atau sebagai pelapis (edible coating). Edible coating dibuat dalam bentuk cairan sebelum diaplikasikan ke produk makanan. Aplikasinya bisa dengan mengoleskan (brushing) atau menyemprotkan (spraying) larutan coating ke produk makanan atau bisa juga dengan mencelupkan (dipping) makanan ke larutan coating dan kemudian dikeringkan. Berbeda dengan coating, edible film dibuat dengan mencetak larutan bahan menjadi bentuk lembaran. Aplikasinya ke makanan biasa sebagai pembungkus atau kemasan produk makanan

Keuntungan lapisan edibel

lapisan edibel pada buah dan sayur
Foto: Pexels.com

Lapisan yang terbuat dari karbohidrat atau lemak bisa mengurangi paparan udara pada makanan sehingga memperlambat proses pembusukan. Berdasarkan penelitian, apel yang dilapisi dengan lapisan edibel lilin punya umur simpan yang lebih lama. Apel tersebut bisa bertahan selama 8 minggu tanpa mengalami perubahan fisik, loh. 

Dalam pembuatannya, lapisan edibel juga bisa ditambahkan dengan vitamin, pewarna, perisa (flavor), maupun zat antimikroba, misalnya bumbu rempah atau minyak atsiri (essential oil). Jadi dengan lapisan ini, makanan ngga hanya nampak lebih menarik, tapi juga lebih tahan terhadap kontaminasi mikroba. Selain itu, lapisan edibel juga ramah lingkungan karena dapat terurai di alam (biodegradable). 

Nah, itu dia penjelasan tentang lapisan edibel yang aman dan bermanfaat sebagai pelindung makanan. Jadi Sahabat Sehat ngga perlu takut lagi untuk makan apel yang ada lapisan lilinnya. Tapi, jangan lupa untuk mencuci terlebih dahulu buah dan sayur yang akan dimakan, ya. Yuk, rajin konsumsi buah dan sayur!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Muthuselvi, R., Kumar, P. N., Krishnakumare, B., Minithra, R., Suresh., R., Rameshkumar, D., Jagathjothi, N., Easwari, S., dan Rajesh, R. 2011. Importance of Edible wax coatings in fruits and vegetables. Indian Farmer. https://www.researchgate.net/publication/345308452_Importance_of_Edible_wax_coatings_in_fruits_and_vegetables Diakses pada 30 Juni 2021.

Ochoa, E., Saucedo-Pompa, S., Rojas-Molina, R., Garza, H. d. L., CHarles-Rodriguez, A. V., dan Agular, C. N. 2011. Evaluation of a Candelilla Wax-Based Edible Coating to Prolong the Shelf-Life Quality and Safety of Apples. American Journal of Agricultural and Biological Sciences. https://www.researchgate.net/publication/229124106_Evaluation_of_a_Candelilla_Wax-Based_Edible_Coating_to_Prolong_the_Shelf-Life_Quality_and_Safety_of_Apples . Diakses pada 30 Juni 2021. 

Ulusoy, B. H., Yildrim, F. K., dan Hecer, C. 2018. Edible Films and Coatings: A Good Idea From Past to Future Technology. Journal of Food Technology Research. https://www.researchgate.net/publication/329038231_Edible_Films_and_Coatings_A_Good_Idea_From_Past_to_Future_Technology . Diakses pada 30 Juni 2021. 

Winarti, C., Miskiyah, dan Widaningrum. 2012. Teknologi Produksi dan Aplikasi Pengemas Edible Antimikroba Berbasis Pati. Jurnal Litbang Pertanian. https://media.neliti.com/media/publications/30908-ID-teknologi-produksi-dan-aplikasi-pengemas-edible-antimikroba-berbasis-pati.pdf Diakses pada 30 Juni 2021.

BPOM RI. Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Bahan Tambahan Pangan. 

https://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/2019/PerBPOM_No_11_Tahun_2019_tentang_BTP.pdf  Diakses pada 30 Juni 2021.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.