Sahabat Sehat, ketika membeli bahan makanan atau minuman dalam jumlah relatif banyak tentu mengharuskan kamu untuk bisa menyimpannya dengan baik, termasuk melakukan penyimpanan suhu rendah atau di dalam kulkas. Tapi, ternyata suhu penyimpanan terbaik setiap jenis pangan itu berbeda, loh!

Ini dikarenakan setiap jenis pangan punya sifat fisik dan kimia yang berbeda. Oleh karena itu, yuk cari tahu suhu penyimpanan yang sesuai dengan jenis pangan berikut ini!
Penyimpanan Daging
Daging merupakan sumber protein yang sangat rentan untuk mengalami kerusakan. Penyimpanan daging dengan suhu yang tepat maka akan memperpanjang usia simpan dan mengurangi risiko kerusakan kandungan gizinya.
Simpan daging segar pada kemasan yang berbeda jika jenisnya ngga sama. Daging dapat bertahan hingga 7 hari jika disimpan dalam suhu -1˚C diatas titik beku daging -2˚C. Sedangkan ayam bisa disimpan sampai 1 tahun pada suhu -17˚C dengan syarat ngga dibuka tutup.
Penyimpanan Ikan dan Seafood
Sama seperti daging, ikan dan seafood yang merupakan sumber protein memiliki kerentanan untuk cepat rusak. Beberapa ikan juga memiliki aroma kuat sehingga perlu dikemas sedemikian rupa supaya ngga mempengaruhi aroma pangan yang lainnya.
Penyimpanan jangka pendek kurang dari 2 hari ikan, udang, dan kepiting dapat disimpan dalam kulkas mendekati suhu 0˚C, sedangkan penyimpanan jangka lama yaitu pada freezer bersuhu -17˚C. Setelah ikan dan seafood dikeluarkan langsung masak semuanya jangan menyimpannya kembali karena dapat meningkatkan risiko terjadi pembusukan dan berpotensi menyebabkan keracunan.

Penyimpanan Susu, Telur dan Produk Turunannya
Lama usia simpan telur dan susu sangat dipengaruhi oleh tempat penyimpananya. Suhu aman yang digunakan yaitu dalam rentang 4-10˚C, karena pada suhu ini mikroba pembusuk akan berhenti berkembang biak.
Telur sebaiknya disimpan dalam kulkas jika sudah dalam kondisi bersih dan bisa disimpan pada suhu ruang sebelum dibersihkan. Nah, untuk membersihkan kotoran pada cangkang, kamu bisa mengelapnya terlebih dahulu dengan kain dan ngga disarankan untuk dicuci pakai air. Telur yang bersih juga bisa disimpan dengan karton untuk mencegah penyerapan aroma dari pangan lain ke dalam cangkang.
Sedangkan, produk turunan seperti keju sebaiknya disimpan pada suhu 4˚C dalam kemasan rapat. Nah, kalau ice cream sebaiknya disimpan pada freezer dengan suhu optimum -17˚C.
Penyimpanan Buah dan Sayur
Buah dan sayur segar yang baru dibeli di pasar bisa kamu simpan dalam kondisi bersih atau telah dicuci dengan air mengalir. Pisahkan buah yang sudah matang dan belum. Meskipun sayur dan buah memiliki suhu penyimpanan optimum yang berbeda-beda namun rentang amannya yaitu 4-7˚C dengan kelembaban 90-100%. Sayuran yang berupa umbi-umbian, seperti kentang, ubi jalar, bawang-bawangan sebaiknya disimpan pada suhu 10-15˚C dengan kemasan yang memiliki lubang udara.
Penyimpanan Makanan Olahan dan Kemasan
Sisa makanan yang masih banyak tentu sayang kalau dibuang. Salah satu cara menyimpannya, yaitu dimasukkan dalam kulkas. Caranya dengan pastikan makanan dalam kondisi benar-benar tertutup. Beberapa jenis makanan juga perlu dihangatkan kembali sebelum dikonsumsi.
Sedangkan, minuman botol sebaiknya ngga disimpan dalam freezer, karena bisa menyebabkan cairan pada minuman botol membeku dan bertambah volumenya hingga berisiko untuk pecah. Buah dalam kaleng dapat disimpan pada suhu 10-21˚C.
Cara kamu menyimpan pangan ternyata akan mempengaruhi kualitas rasa dan gizinya. Oleh karena itu, kamu bisa terapkan cara di atas supaya pangan yang disimpan masih dalam kondisi aman dan baik sebelum dikonsumsi. Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
