Sahabat Sehat, ayam adalah salah satu jenis daging paling populer. Ayam dijual bebas di pasaran dan dianggap versatile dalam penyajiannya. Meskipun, ayam sudah menjadi bagian kuliner harian, tetapi masih ada pro-kontra terkait sehat tidaknya mengonsumsi ayam broiler.

Apa itu ayam broiler?
Ayam pedaging (ayam broiler) adalah semua ayam (Gallus gallus domesticus) yang dibudidayakan dan dibesarkan khusus untuk produksi daging. Sebagian besar ayam pedaging komersial mencapai berat pemotongan antara usia 4-6 minggu. Ayam khas pedaging memiliki bulu putih dan kulit kekuningan. Broiler terkadang juga digunakan untuk merujuk secara khusus pada ayam muda di bawah 2 kg.
Kandungan Gizi Ayam
Jumlah kalori dalam ayam dapat bervariasi berdasarkan bagian tubuh ayam, serta cara pembuatannya. Namun, umumnya mengandung 155–203 kalori per 100 g sajian. Dada ayam dengan berat 85 g mengandung 122 kal, 24 g protein, dan 3 g lemak. Persentase angka rekomendasi harian menunjukkan 85 g dada ayam memenuhi 51% DV (daily value) niasin, 36% DV selenium, 17% DV fosfor, 16% DV vit.B16, 10% vit.B12, 9% DV riboflavin, 7% DV zinc, 6% DV tiamin, 5% DV potasium, dan 4% DV tembaga.
Manfaat Kesehatan Ayam
Ayam kaya akan berbagai zat gizi penting dan bisa menjadi tambahan yang bagus untuk diet sehat dan menyeluruh. Ayam rendah kalori tetapi tinggi protein, cocok untuk menu dalam usaha menurunkan berat badan. Protein, khususnya, sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan, serta mempertahankan massa otot.
Selenium adalah trace mineral yang diperlukan untuk fungsi kekebalan tubuh, kesehatan tiroid, dan kesuburan. Ayam juga kaya akan vitamin B seperti niasin dan vitamin B6 dan B12, yang memainkan peran penting dalam produksi energi, sintesis DNA, dan kesehatan otak.

Concern terkait Daging Ayam
Peternakan ayam pedaging telah lama menjadi isu. Dikarenakan beberapa ayam pedaging diberi pakan yang mengandung antibiotik dan mungkin mengandung beberapa bahan kimia berbahaya. Bahan kimia tersebut membuat ayam tumbuh cepat dan bisa dipanen dalam waktu 40 hari. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi ayam 3 kali seminggu sama dengan mendapatkan injeksi antibiotik 3 kali bagi manusia.
Hal lain juga terkait cara pemasaka. Misalnya, ayam yang digoreng dan dilapisi tepung roti seperti nugget ayam, tender chicken, dan sosis ayam biasanya tinggi lemak, karbohidrat, dan kalori. Penelitian menunjukkan bahwa asupan daging olahan dapat dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan jenis kanker tertentu. Daging olahan juga mengandung natrium dan pengawet dalam jumlah tinggi. Reduksi natrium sangat direkomendasikan, terutama bagi pengidap hipertensi. Pengawet seperti nitrit terindikasi sebagai senyawa karsinogenik.
Mengolah Ayam Pedaging secara Sehat
Beberapa metode pemasakan yang dianjurkan untuk ayam pedaging diantaranya pemangganggan, perebusan, grilled, dan pengukusan. Grilled chicken dapat menjadi menu cepat dan sehat, penambahan sayur-sayuran akan menjadikannya menu lebih sehat. Ayam panggang dapat menjadi opsi makan malam untuk menurunkan berat badan, cukup bumbui sedikit dengan garam dan bawang putih. Tumisan ayam juga hidangan yang bisa jadi opsi sehat, sedikit minyak, tambahkan sayur sehingga kamu mendapatkan sajian kaya protein, rendah lemak.
Sahabat Sehat, guna mendapatkan manfaat positif ayam bagi kesehatan, kamu dapat menghindari olahan ayam pabrikan dan beralih ke memasak secara langsung.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
