Hallo Sahabat Sehat! Vitamin D baik untuk tubuh terutama untuk kesehatan kulit. Kamu pasti tau jika seseorang mengalami kekurangan vitamin atau zat gizi lain, maka akan berdampak pada kesehatan tubuh. Lalu kenapa sih, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan depresi? Memang ada hubungannya?
Depresi dan Zat Gizi
Di tahun 2015 ada sebanyak 4,4 persen populasi dunia mengalami depresi. Kondisi ini juga seringkali berkaitan dengan penurunan kesehatan dengan peningkatan risiko stroke, bunuh diri, gangguan kardiovaskular, serta gangguan terkait dengan gaya hidup seperti hipertensi dan diabetes. Di tahun 2020, depresi menjadi suatu masalah kesehatan terpenting kedua di dunia. Hal tersebut dibarengi dengan berkurangnya produktivitas dan harga pengobatan yang meningkat.

Zat gizi mempunyai peranan penting sebagai salah satu faktor penyebab depresi. Faktor makanan berperan untuk mengubah biokimia atau struktur otak atau keduanya. Secara langsung diet dapat memengaruhi faktor risiko depresi, dengan mempengaruhi kesehatan otak, seperti mengubah tingkat neutotransmiter dan fluiditas membran atau dengan mencegah penyakit vaskular yang dapat menyebabkan perubahan otak.
Hubungan Vitamin D dan Depresi
Depresi adalah kondisi medis yang mengubah pikiran, perasaan, atau perilaku seseorang. Dengan gejala sulit tidur atau makan, kurang konsentrasi dan fokus, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai, isolasi diri, serta menarikdari lingkungan sosial, bahkan adanya kecenderungan pada keinginan bunuh diri.
Ternyata hubungan antara kebutuhan vitamin D dan kondisi depresi sudah banya diuji. Salah satunya, hasil studi review yang dimuat dalam Indian Journal of Psychological Medicine yang menunjukkan adanya hubungan pemberian suplemen vitamin D dengan kondisi depresi. Dalam studi tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang mengalami kekurangan vitamin D memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami depresi klinis.

Kekurangan Vitamin D
Gejala kekurangan vitamin D mirip dengan gejala depresi, yaitu adanya perubahan suasana hati disertai perasaan putus asa, sedih, dan putus asa yang luar biasa. Kelelahan, kelupaan, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya memicu kegembiraan, pikiran bunuh diri, kecemasan, kehilangan selera makan, penurunan atau kenaikan berat badan yang berlebihan dan sulit tidur.
Kekurangan vitamin D bisa diatasi dengan beberapa cara, seperti meningkatkan asupan makanan yang diperkaya dengan vitamin D, mengonsumsi suplemen vitamin D, dan meningkatkan paparan sinar matahari. Apabila kamu sudah terdiagnosa oleh dokter atau tenaga medis profesional, kamu juga bisa meminum obat anti-depresan yang diberikan. Umumnya ada beberapa kelompok yang rentan terhadap kekurangan vitamin D dan berisiko lebih tinggi mengalami depresi, di ataranya remaja, orang dengan obesitas, orang tua, dan orang dengan penyakit kronis.
Nah, dari sini Sahabat Sehat bisa mengetahui bahwa kebutuhan zat gizi seperti vitamin D, bukan hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Jadi, mulai sekarang yuk, penuhi kebutuhan gizi harianmu!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
