Kesehatan mental merupakan komponen dari kesehatan secara keseluruhan. Makna dari kesehatan sendiri bukan hanya sekadar terbebas dari penyakit fisik, melainkan juga keadaan sehat seseorang baik secara jiwa maupun sosial untuk memungkinkannya hidup produktif. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 juga melaporkan tingginya prevalensi gangguan mental, sehingga isu ini mulai mendapat perhatian pemerintah.
Banyak faktor pemicu gangguan mental, salah satunya asupan gizi. Meskipun semua komponen zat gizi sangat dibutuhkan untuk kesehatan secara keseluruhan, nyatanya penelitian telah menemukan adanya keterkaitan antara kekurangan beberapa zat gizi tertentu dengan kejadian gangguan mental seperti depresi, di antaranya vitamin D dan B.

Kekurangan Vitamin D
Vitamin D terkenal perannya dalam menjaga kesehatan tulang dengan membantu penyerapan kalsium. Selain menjaga kesehatan tulang, vitamin D juga berperan dalam pencegahan gangguan mental, loh, salah satunya melalui mekanisme regulasi serotonin. Berbagai penelitian menyatakan bahwa kekurangan serotonin berkaitan dengan kejadian depresi. Kekurangan vitamin D juga memicu inflamasi yang juga berkontribusi terhadap kejadian depresi.
Pada orang yang mengalami depresi, ditemukan adanya penurunan kadar serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Dengan ini, vitamin D efektif dalam mencegah depresi dengan menjaga kadar serotonin pada tingkat optimal dan mengatur kadar dopamin dan norepinefrin di otak.
Meskipun vitamin D berhubungan gangguan mental, tetapi sejauh ini belum jelas apakah kekurangan vitamin D menyebabkan depresi atau justru depresi yang menyebabkan kekurangan vitamin D. Belum banyak juga bukti yang mendukung bahwa suplementasi vitamin D dapat mengobati gangguan mental.

Namun, yang jelas ada hubungan antar keduanya, sehingga mencegah kekurangan vitamin D merupakan langkah yang bisa diambil. Vitamin D merupakan jenis vitamin larut lemak dan Sahabat Sehat dapat memperolehnya dari makanan dan suplementasi.
Kekurangan Vitamin B
Kekurangan vitamin B juga banyak bukti berkaitan dengan gejala gangguan mental. Vitamin golongan B, selain berbagai fungsi yang dijalankannya dalam tubuh manusia, sangat penting untuk menjaga fungsi normal sistem saraf melalui produksi monoamin oksidase, sintesis dan metilasi DNA, serta perbaikan dan pemeliharaan fosfolipid. Kekurangan vitamin B, khususnya B1, B6, B9, dan B12, dikaitkan dengan kejadian depresi, karena vitamin tersebut berperan penting dalam fungsi saraf.
Banyak makanan yang mengandung vitamin B, tetapi masing-masing memiliki kandungan yang berbeda-beda. Sumber hewani seperti daging, ikan, telur, dan hati ayam memiliki kandungan vitamin B yang cukup tinggi. Sebagian besar vitamin B tidak dapat disimpan jangka lama di dalam tubuh, sehingga Sahabat Sehat perlu untuk rajin mengonsumsi sumber vitamin B ini.
