Apakah Keseringan Tidur di Lantai Berbahaya?

tidur di lantai
Foto: Pixabay.com

Sahabat Sehat, ayo siapa di sini yang sering tiduran di lantai kalau cuaca lagi panas-panasnya? Tiduran di lantai yang selalu dingin memang terasa sangat menyegarkan ya. Tapi, kira-kira terlalu sering tiduran di laintai bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan ngga ya?

Keuntungan Tidur di Lantai

Sebelum itu, yuk mulai dengan mengupas beberapa keuntungan yang katanya bisa didapat dari tidur di lantai. Keuntungan yang pertama adalah tidur di lantai bisa membantu mendinginkan suhu tubuh dengan cepat, sehingga tidur akan lebih nyaman terutama ketika suhu sedang panas. Hal ini memang benar, karena suhu lantai memang secara umum lebih rendah.

Selanjutnya, ada rumor juga kalau tidur di lantai bisa membantu mengobati sakit punggung. Meskipun tempat tidur yang terlalu empuk ngga baik baik tulang punggung, para ahli juga sebenarnya tidak merekomendasikan untuk tidur tanpa kasur.

Permukaan yang keras mungkin bisa meringankan sakit punggung, tapi hasilnya tergantung pada penyebab sakit punggung itu sendiri dan posisi tidurmu. Cara yang paling efektif adalah dengan memilih permukaan tempat tidur yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras.

Selain itu, ada juga rumor yang mengatakan kalau tidur di lantai bisa memperbaiki postur tubuh. Memang benar, tidur di tempat yang datar seperti lantai bisa menjaga tulang punggung tetap lurus ketika tidur. Tetapi, kamu mungkin akan butuh bantal yang sesuai untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.

efek buruk tidur di lantai
Foto: Pixabay.com

Kerugian Tidur di Lantai

Sekarang mari masuk ke beberapa kemungkinan efek samping dari terlalu sering tidur di lantai. Kerugian pertama yang mungkin terjadi adalah tidur di lantai justru akan memperparah sakit punggung yang dialami. Ini karena permukaan yang keras akan menyulitkan tulang belakang untuk menjaga posisi lengkungan alaminya, sehingga punggung bisa menjadi semakin kaku dan tidak nyaman.

Selanjutnya, tidur di lantai yang cenderung lebih kotor dan berdebu bisa memicu reaksi alergi dibandingkan ketika tidur di tempat tidur. Beberapa reaksi alergi yang mungkin muncul di antaranya adalah bersin-bersin, hidung berair, mata merah dan gatal, batuk-batuk, muncul ruam di kulit, hingga sesak nafas. Tidur di lantai juga bisa meningkatkan risiko terkena flu karena suhunya yang rendah dan dingin.

Kesimpulannya, tidur di lantai sebaiknya dihindari bagi orang lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti kesulitan bergerak atau memiliki alergi. Selain itu, ada juga beberapa kondisi yang membuat seseorang jadi lebih sensitif terhadap suhu dingin, seperti anemia, hipertiroid, atau diabetes. Tidur di lantai bisa sangat berbahaya untuk orang dengan kondisi-kondisi seperti ini.

Sahabat Sehat, kalau kamu merasa bisa mengatasi beberapa kerugian seperti yang sudah dijelaskan, ngga ada salahnya untuk mencobanya sesekali. Satu hal yang terpenting adalah memastikan lingkungan sekitar tempat tidur dan posisi tidurmu sudah nyaman sehingga kamu bisa mendapatkan waktu istirahat yang maksimal. Nah, supaya kamu tetap merasa nyaman, kamu bisa menjaga lantai tetap bersih dan menyiapkan alas tidur dan bantal yang nyaman untuk mendukung posisi tidur.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Sleep Foundation. 2022. Sleeping on the Floor: Benefits & Side Effects. https://www.sleepfoundation.org/sleep-hygiene/sleeping-on-the-floor. Diakses pada 29 Juli 2022

Medical News Today. 2021. Is sleeping on the floor actually good for you?https://www.medicalnewstoday.com/articles/sleeping-on-the-floor. Diakses pada 29 Juli 2022

Healthline. 2019. Is Sleeping on the Floor Good or Bad for Your Health?https://www.healthline.com/health/sleeping-on-the-floor. Diakses pada 29 Juli 2022

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.