Berbahayakah Arsenik dalam Pangan?

Halo Sahabat Sehat! Pernahkah kamu mendengar tentang arsenik? Arsenik ternyata bisa ada pada makanan atau minuman yang kamu konsumsi, loh. Yuk, simak pembahasan berikut untuk lebih memahami arsenik dan apa dampak yang mungkin terjadi jika terkonsumsi.

Apa itu arsenik?

Arsenik merupakan unsur alami yang bisa mengontaminasi pangan melalui tanah, air, bahkan udara. Secara umum, kadar arsenik di alam cenderung rendah, tapi sangat beragam tergantung kondisi geografis suatu wilayah. Peningkatan kadar arsenik suatu wilayah dapat diakibatkan oleh cemaran dari pertambangan, pembangkit listrik tenaga batubara, hingga penggunaan pestida.

Arsenik sendir bisa berupa senyawa organik maupun inorganik. Biasanya senyawa inorganik cenderung lebih beracun dibandingkan senyawa organik. 

bahaca cemaran arsenik pada pangan
Foto: Freepik.com

Bagaimana bisa terpapar arsenik?

Pangan merupakan sumber utama arsenik yang mampu mengontaminasi tubuh manusia dan sebagian besarnya merupakan senyawa organik, seperti makanan laut, nasi, jamur, daging unggas, air minum, hingga minuman jus olahan. Beberapa pagan diketahui memiliki kandungan arsenik yang lebih tinggi dibanding jenis pangan lainnya. Air minum yang berasal dari dalam tanah seperti air sumur, biasanya lebih banyak mengandung arsenik dibandingkan dengan air minum dari mata air.

Apa saja dampak arsenik bagi tubuh?

Menurut, International Agency for Research on Cancer (IARC), unsur arsenik dan senyawa arsenik inorganik bersifat karsinogenik atau bisa memicu kanker pada manusia. Beberapa kanker yang kerap dipicu oleh arsenik, yaitu kanker paru-paru, kanker kandung kemih, hingga kanker kulit. Beberapa penelitian juga menemukan adanya hubungan dengan kanker ginjal, kanker hati, hingga kanker prostat. Sementara itu, senyawa arsenik organik termasuk dalam senyawa yang mungkin memicu kanker. 

Selain itu, konsumsi arsenik dalam kadar yang tinggi bisa menyebabkan, mual, muntah, diare, ruam kulit, kelemahan otot, dan lain-lain. Paparan arsenik berkadar rendah dalam jangka waktu yang lama, juga mampu mengakibatkan perubahan pada kulit, kerusakan hati dan ginjal, hingga kekurangan sel darah merah dan putih. 

Lalu, apakah ada batas maksimal konsumsi arsenik?

Secara umum, batas maksimal arsenik dalam makanan adalah 2 μg/kgBB untuk setiap harinya. Terdapat beberapa rekomendasi batas maksimal konsumsi arsenik pada pangan yang lebih berisiko. Menurut WHO, misalnya, batas aman maksimal arsenik yang terdapat dalam air minum adalah 10 μg/L, sedangkan pada sereal nasi bayi, batas aman senyawa arsenik inorganik adalah 100μg/L. Berbeda lagi dengan di Tiongkok, nasi memiliki batas kontaminasi maksimal arsenik inorganik 0.15mg/kg.

batas cemaran arsenik pada pangan
Foto: Freepik.com

Jadi, meskipun bisa terkandung secara alami pada produk pangan dan bisa berdampak bagi kesehatan, Sahabat Sehat ngga perlu terlalu khawatir asalkan paparan arsenik pada tubuh masih dalam batas aman. Biasanya produk yang beredar di pasaran sudah melewati berbagai rangkaian pengujian supaya jumlah arseniknya ngga melebihi batas aman tersebut. Tapi, tentu saja kamu juga perlu berhati-hati terlebih jika makanan atau minuman yang dikonsumsi rentan terkontaminasi arsenik dalam kadar tinggi.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

FDA. Arsenic in Food and Dietary Supplements. https://www.fda.gov/food/metals-and-your-food/arsenic-food-and-dietary-supplements. (Diakses pada 6 Juli 2021)

WHO. Arsenic. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/arsenic 
(Diakses pada 6 Juli 2021)

JPGN. 2015. Arsenic in rice: a cause for concern.
https://journals.lww.com/jpgn/Fulltext/2015/01000/Arsenic_in_Rice__A_Cause_for_Concern.28.aspx
(Diakses pada 6 Juli 2021)

CEBP. 2014. The global burden of disease for skin, lung, and bladder cancer caused by arsenic in food. https://cebp.aacrjournals.org/content/23/7/1187
(Diakses pada 6 Juli 2021)

CDC. Arsenic. https://www.cdc.gov/biomonitoring/Arsenic_FactSheet.html
(Diakses pada 6 Juli 2021)

American Cancer Society. Arsenic and cancer risk. https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/arsenic.html
(Diakses pada 6 Juli 2021)

Hanum, F. dkk. 2019. Survei cemaran Arsen pada nasi putih di Aceh. Jurnal AcTion. http://ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/an/article/view/177/107
(Diakses pada 6 Juli 2021)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.