Makanan instan lebih disukai, terutama pada era modern saat ini. Salah satunya adalah mi instan yang praktis dibuat dan beraneka rasa. Akan tetapi, ada yang unik dari pola konsumsi masyarakat. Tidak sedikit yang mengonsumsi mi instan dalam porsi double atau menambahnya dengan nasi agar lebih mengenyangkan. Faktanya, kebiasaan makan mi instan pakai nasi tidak baik untuk kesehatan. Meskipun kenyang, namun banyak risiko kesehatan yang mengintai.

Kandungan Gizi dalam Mi Instan
Sahabat Sehat tinggal memilih dari sekian banyak merek mi instan. Setiap mereknya mempunyai varian dan bahan yang berbeda, namun secara umum beberapa bahan yang digunakan tidak jauh berbeda. Mayoritas mi instan mengandung karbohidrat, lemak, sodium, protein, dan beberapa mikronutrien (zat besi, folat, mangan, vitamin B).
Risiko Makan Mi Instan Pakai Nasi
Mi instan banyak diminati sebagai solusi praktis saat lapar menyerang, terutama saat kondisi keuangan menipis. Mencampur mi dengan nasi seringkali dilakukan supaya rasa kenyang bertahan lama. Di balik ini semua, makan mi instan pakai nasi justru berisiko.
Menyebabkan Obesitas
Risiko obesitas semakin tinggi ketika mengonsumsi mi instan campur nasi. Hal ini karena suplai karbohidrat semakin banyak dan akhirnya akan disimpan dalam bentuk lemak. Jika tidak berusaha membakar lemak berlebih dengan olahraga rutin, maka bisa mengalami obesitas. Berat badan berlebih ini memicu berbagai penyakit lainnya, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obstructive sleep apnea.
Membuat Perut Buncit
Sesering apa kamu makan mi pakai nasi? Kelebihan karbohidrat yang berasal dari mi dan nasi bisa memperbesar lingkar perut. Hal ini karena penumpukan lemak di bagian perut. Jika kondisi ini terus diabaikan, maka memicu obesitas atau kelebihan berat badan yang berbahaya untuk jangka panjang. Kamu juga lebih sering merasa begah dan tidak bebas bergerak jika perut buncit.
Memicu Diabetes
Kombinasi mi instan dan nasi menyuplai banyak karbohidrat. Karbohidrat yang masuk akan dicerna menjadi gula dan meningkatkan hormon insulin. Hormon ini menciptakan energi dari gula yang masuk dalam tubuh. Jika terlalu banyak gula, maka hormon insulin tidak mampu memproduksi semuanya menjadi energi. Inilah sebabnya ada kelebihan hormon insulin yang memicu diabetes.
Menyebabkan Darah Tinggi
Mi instan mengandung zat aditif makanan bernama monosodium glutamate (MSG) yang berguna untuk meningkatkan cita rasa makanan. Konsumsi MSG yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Jika kamu terbiasa mengonsumsi mi instan, terlebih pakai nasi, maka berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.
Menyebabkan Kelelahan Kronis
Dilansir dari laman IDN Times, National Sleep Foundation menjelaskan bahwa rasa lelah atau kelelahan kronis setelah mengonsumsi karbohidrat teralalu banyak, seperti saat makan mi instan ditambah nasi putih. Ketika makannya di siang hari, maka suplai karbohidrat berlebih ini akan membuatmu berenergi sepanjang hari. Risikonya, tidur akan terganggu dan keesokan harinya mengalami kelelahan.

Cara Sehat Mengonsumsi Mi Instan
Makan mi instan pakai nasi memang sangat berisiko. Lalu, bagaimana caranya makan mi instan supaya lebih sehat? Dibandingkan menambahkan nasi, Sahabat Sehat dapat menambahkan sayuran, telur, atau daging ke dalam mi instan. Dengan begitu, ada asupan serat, vitamin, mineral, dan tambahan protein yang dibutuhkan tubuh.
Itulah mengapa makan mi instan pakai nasi tidak dianjurkan. Jika sesekali ingin mengonsumsi mi instan, tidak masalah. Akan tetapi, kamu perlu mengimbanginya dengan makanan bergizi seimbang dan tetap jaga kebugaran tubuh.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
