Hallo Teman Sehat, masih tetap mau jadi kaum rebahan nih, atau kamu sudah mulai memperpaiki kebiasaan tersebut? Banyak hal yang perlu kamu persiapkan untuk masa depan, bukan hanya memikirkan tentang hari ini aja.
Rasa malas memang hal yang sangat sulit dilepaskan dan banyak faktor yang membuat diri kamu semakin terikat dengan rasa malas itu. Tapi ngga perlu khawatir mungkin budaya Kaizen bisa membantumu untuk mulai menghilangkan rasa malas itu, Yuk kenalan lebih jauh dengan Kaizen. Check it out!
Apa itu, kaizen ?

Budaya kaizen merupakan suatu hal yang mungkin asing untuk beberapa orang. Konsep ini mulai diperkenalakan pada awal tahun 1960 oleh W. E Deming dan J. M Juran.
Dalam bahasa Jepang kaizen berarti perbaikan yang berkesinambungan, dimana cara hidup baik dalam dunia kerja, sosial maupun rumah tangga seharusnya selalu berfokus pada perbaikan secara terus menerus. Kaizen sebenarnya lebih berfokus untuk diterapkan dalam dunia kerja dimana bisa meningkatkan kualitas perusahaan dan karyawannya namun metode ini juga bisa menjadi landasan untuk kaum rebahan, supaya lebih giat untuk belajar dan memulai usaha.
Prinsip kaizen

Ada prinsip 5S yang menjadi kunci dari budaya kaizen dan menjadi landasan untuk kamu yang ingin mulai menghempas rasa malas belajar, yaitu:
- Seiri, yaitu prinsip disiplin. Kamu perlu mulai mecari beberapa informasi setiap hari meski itu hanya sedikit, serta memisahkan bahan informasi dan membuang sesuatu yang dirasa ngga dibutuhkan lagi. Mulailah membaca buku setidaknya 5 menit dalam sehari dan lakukan secara rutin pada waktu yang sama.
- Seiton, yaitu menyusun barang dengan rapi dan memberi tanda agar kamu mudah dalam menemukannya lagi seperti, membuat notes atau catatan yang membuat kamu ngga perlu repot mengingat lagi informasi yang sudah kamu pelajari. Buatlah notes sebaik mungkin supaya bisa membuatmu lebih tertarik saat membacanya kembali.
- Seiso, yaitu menjaga kebersihan. Tentu tempat belajar yang bersih dengan buku yang tertata rapi akan membuat kamu lebih semangat untuk belajar. Biasakan selalu memberihkan tempat belajar setelah digunakan dan kembalikan barang yang digunakan pada temtnya kembali.
- Seiketsu, yaitu usaha untuk bersikap konsisten menerapkan seiri, seiton dan seiso. Mulailah untuk kamu berkomitmen dalam melakukan ketiga hal tersebut dengan rutin dan terus-menerus.
- Shitsuke, yaitu memotivasi diri sendiri untuk selalu memiliki tujuan. Kamu bisa mulai membuat rencana kedepan yang akan kamu lakukan seperti membuat jadwal belajar, rencana study/pendidikam dan cita-cita yang ingin kamu gapai. Mulai tanamkan dalam diri bahwa kamu akan mendapatkan itu dengan kerja keras yang harus kamu mulai dari sekarang
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan kaizen

Budaya kaizen yang menerapkan perbaikan terus-menerus tentu memerlukan komitmen jangka panjang yang perlu dilakukan. Suksesnya kaizen terletak pada sejauh mana kamu menerpakan 5S tersebut menjadi kebiasan, bukan karena paksaan melainkan muncul dengan sendirinya sebagai inisiatif untuk memperbaiki diri kamu.
Budaya kaizen hanya suatu konsep yang bisa kamu terapkan, tapi semuanya akan kembali pada diri kamu sendiri. Bamu mulai memperbaiki diri dari sekarang, dengan begitu setidaknya kamu sudah berusaha untuk menjadi lebih baik. Sukses selalu, Teman Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP
