Ganyong, Alternatif Beras Kaya Kalsium

umbi ganyong

Sahabat Sehat, era ini berbagai program digalakkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Umbi menjadi tanaman yang berpotensi menjadi sebagai sumber karbohidrat. Tanaman umbi memiliki banyak jenis, salah satunya adalah ganyong.

Apa itu ganyong?

Ganyong (Canna edulis Kerr.) merupakan tanaman umbi asal Amerika Selatan (Peru, Bolivia, dan Ekuador). Ganyong dikenal dengan nama internasional Queensland arrowroot atau Canna arrowrrot.

Di berbagai daerah di Indonesia, ganyong dikenal dengan nama seperti senitra, ganyal, atau ubi pikul. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis ganyong yakni ganyong putih dan ganyong merah. Masyarakat percaya bahwa ganyong adalah tanaman obat tradisional untuk panas dalam, radang saluran kencing dan sebagai antiulcer yang mampu mengatasi masalah asam lambung.

Kandungan Gizi Ganyong

Kandungan karbohidrat ganyong berkisar antara 22,6-24,6%. Menurut data dari Direktorat Gizi Depkes RI, dalam setiap 100 gram ganyong mengandung energi 95 kal, karbohidrat 22,60 g, protein 1 g, lemak 0,11 g, kalsium 21 g, fosfor 70 g, zat besi 1,9 mg, vitamin C 10 mg, vitamin B1 0,1 mg, dan air 75 g.

Penelitian Harmayani et al., (2011) diperoleh hasil bahwa pati ganyong mengandung karbohidrat (by difference) 99,40 %, protein 0,26 %, lemak 0,04 %, kadar abu 0,32 %, dan kadar pati 93,3 % dengan kadar amilosa sebesar 42,4 % dan amilopektin 50,9 %. Pada dasarnya, komposisi kimia ganyong dapat bervariasi bergantung pada varietas, umur dan kondisi lingkungan tumbuhnya.

tepung olahan umbi gayong
Foto: Pexels.com

Olahan ganyong

Kadar amilosa yang tinggi menjadi keunggulan pati ganyong. Kadar amilosa tinggi ini dapat menjadikan pati ganyong sebagai substansi parsial gelatin. Dikarenakan kemampuannya untuk membentuk gel dan kecenderungan untuk retrogradasi sehingga cocok untuk produk bertekstur kenyal.

Produk olahan dari tepung pati ganyong diantaranya soun, mie, kerupuk, roti, cookies, dodol, blackforest, dan brownies. Ganyong yang dipanen pada usia 6-8 bulan cocok untuk dikonsumsi setelah direbus, pati ganyong sendiri diproses dari ganyong yang dipanen setelah 10-12 bulan masa tanam.

Manfaat Kesehatan Ganyong

Ganyong dapat menjadi sumber karbohidrat yang baik sebagai sumber energi, protein baik bagi pembentukan masa otot dan menjaga kesehatan tubuh, serta kalsium yang tinggi baik bagi kesehatan tulang dan gigi. Ganyong direkomendasikan untuk membantu pertumbuhan balita. Didukung kandungan fosfor, kalsium dan zat besi, maka tepung ganyong bisa digunakan sebagai bahan MPASI. Selain itu kandungan serat yang tinggi di dalamnya baik bagi saluran cerna.

Sahabat Sehat, bagi kamu yang bosan dengan nasi dan ingin mencoba alternatif karbohidrat selain beras, bisa coba ganyong. Kamu juga bisa berkreasi membuat berbagai macam olahan dengan tepung ganyong.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Gardjito M, Djuwardi A, Harmayani E. 2013. Pangan Nusantara Karakteristik dan Prospek untuk Percepatan Diversifikasi Pangan. Kencana Prenada Media Group : Jakarta.

Harmayani E, Murdiati A, Griyaningsih. 2011. Karakterisasi Pati Ganyong (Canna Edulis) dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Pembuatan Cookies Dan Cendol. Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM 31(4). doi:10.22146/agritech.9637.

Heryanto R. 2021. Potensi Tanaman Ganyong sebagai Bahan Pangan Alternatif. http://sulbar.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/199-potensi-tanaman-ganyong-sebagai-bahan-pangan-alternatif. Diakses 21 Oktober 2022.

Kurniawan H. 2015. Ganyong, Pangan Alternatif Pengganti Beras?. http://biogen.litbang.pertanian.go.id/ganyong-pangan-alternatif-pengganti-beras/. Diakses 20 Oktober 2022.

Redaksi Manfaat. 2020. 10 Manfaat Tumbuhan Ganyong yang Kaya Gizi. https://manfaat.co.id/manfaat-tumbuhan-ganyong#.  Diakses 21 Oktober 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.