Sahabat Sehat, bagi yang menyukai gulai mungkin sudah familiar dengan tanaman rempah bernama kecombrang. Kecombrang merupakan edible flower yang dapat ditemui dalam berbagai kuliner Nusantara baik sebagai sayur maupun bumbu. Tak hanya dalam masakan nusantara, kecombrang juga menjadi bagian kuliner negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.

Apa itu kecombrang?
Kecombrang (Nicolaia spesiosa Horan) adalah jenis tanaman bersifat tahunan berbentuk terna (tanaman tak berkayu yang tumbuh merambat atau tegak). Kecombrang dikenal dengan berbagai nama, diantaranya honje (Sunda), bunga kantan (Malaysia), siantan (Melayu), dan kincung (Medan).
Bagian kecombrang yang sering dimanfaatkan adalah bunga, buah, batang dan biji. Bunga dan bunga kecombrang dimanfaatkan sebagai penambah citarasa makanan. Kecombrang juga dimanfaatkan sebagai tanaman herbal untuk menghilangkan bau badan dan bau mulut.
Kandungan Gizi dan Senyawa Bioaktif Kecombrang
Dalam 100 g kecombrang segar terkandung energi 34 kkal, lemak total 1 g, karbohidrat 6,7 g dan protein 0,9 g. Kandungan serat pangan 2,6 g, kalsium 60 mg, fosfor 16 mg, natrium 47 mg, zat besi 1 mg, dan kandungan kalium 650,6 kg.
Kecombrang juga mengandung senyawa bioaktif diantaranya polifenol, alkaloid, flavonoid, steroid saponin dan minyak atsiri. Senyawa bioaktif tersebut tersebar pada bunga, rimpang, batang dan daun. Kandungan fenol bunga kecombrang yakni 484,59 – 959,73 mg per 100 g.

Manfaat Kecombrang
Aroma segar dan unik kecombrang sering dimanfaatkan dalam proses curing daging dan pemasakan seafood untuk menghilangkan bau anyir. Kecombrang juga mengandung zat antibakteri dan bisa digunakan sebagai pengawet makanan. Penggunaannya telah terbukti dapat memperpanjang masa simpan tahu dan ikan, loh Sahabat Sehat!
Kandungan zat antibakteri di dalamnya dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri patogen, seperti Bacillus cereus, Escherichia coli, Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus. Sedangkan, senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel tubuh.
Penggunaan Kecombrang
Kuntum bunga kecombrang dapat dijadikan sebagai lalapan. Di daerah Banyumas, bunga kecombrang digunakan sebagai sayuran dalam pecel. Kecombrang juga ditemukan dalam masakan nusantara lain, seperti gule bulung gadung Tapanuli Selatan, megana sejenis urap khas Pekalongan dan sayur asam karo, serta sambal mata Bali. Di Malaysia dan Singapura, kecombrang digunakan dalam pembuatan laksa.
Pemanfaatannya sangatlah bervariasi, bisa sebagai sayur ataupun penambah citarasa. Kecombrang juga dimanfaatkan sebagai sabun dengan cara memanfaatkan batang muda ke tubuh dan wajah. Kecombrang juga digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, termasuk campak.
Selain sebagai makanan dan obat, rimpang kecombrang bisa digunakan sebagai pewarna kuning. Batang semu dapat digunakan sebagai bahan anyaman dan juga sebagai bahan dasar kertas.
Sahabat Sehat, ayo masukkan kecombrang dalam daftar sayuranmu dan dapatkan manfaatnya.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
