Mengenal Tujuan Keluarga Berencana (KB)

Di Indonesia mungkin kamu mengenal isitilah keluarga berencana (KB). Program ini sebenarnya sudah lama digalangkan namun masih banyak yang belum memahami dampak. Berikut penjelasan tentang dampak KB supaya kamu lebih mengenal program ini lebih jauh lagi!

mengenal peran keluarga berencana
Foto: Freepik.com

Apa itu keluarga berencana?

Keluarga berencana atau disingkat KB merupakan usaha dalam peningkatan kesadaran dan kepedulian peran serta masyarakat terkait pendewasaan usia perkawinan, pembinaan ketahanan keluarga, pengaturan kelahiran dan peningkatan kesejahteraan keluarga dengan tujuan menciptkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Program KB merupakan salah satu program kesehatan yang lebih luas yang ngga hanya menyasar per individu tapi pengaruhnya pada kepentingan masyarakat keseluruhan dengan menyeimbangkan kebutuhan dan jumlah penduduk.

Tujuan keluarga berencana

Program KB dapat memberikan efek postif yaitu membantu menurunkan angka kepadatan penduduk, penanggulangan kesehatan reproduksi, serta meningkatnya kesejahteraan suatu keluarga. Pengaturan kehamilan dan jumlah anak dalam suatu keluarga juga bisa memberikan dampak postif yaitu dengan perencanaan jumlah anak yang tepat maka menghidari adanya cashflow/pengeluaran dalam suatu keluarga. Tapi, ngga menutup kemungkinan pula bahwa KB dapat memberikan dapak negatif seperti adanya risiko gangguan kesehatan karena penggunaan kotrasepsi dan peningkatan anggaran belanja untuk pengadaan alat-alat kontrasepsi.

Peran perempuan dalam keluarga berencana

Keluarga berencana juga dapat menjadi sarana terhadap pemberdayaan perempuan, karena perannya ngga hanya sebagai seorang istri namun diberikan kesempatan untuk mengambil keputusan dalam rumah tangga. Terdapat dua peran istri dalam KB.

Pertama, istri lebih berdaya dan berpartisipasi dalam pemilihan kontrasepsi yang tentunya disetujui oleh suami-istri. KB yang melibatkan istri diharapkan mampu menekan angka kelahiran dan mengatur jarak kelahiran untuk mengurangi beban istri untuk mengandung, melahirkan, dan merawat anak dalam jangka waktu yang lama. Dengan begitu, masih ada waktu bagi perempuan utnuk bisa berkarya dan menjalankan keinginannya.

Peran istri kedua, yaitu meningkatkan keberdayaan anak dalam keluarga. Jumlah keluarga yang terbatas bisa menjadikan anak untuk mendapatkan kesempatan yang sama besar dalam perawatan kesehatan dan pendidikan.

inilah tujuan dari keluarga berencana
Foto: Freepik.com

Faktor penghambat program KB

Salah satu faktor paling sering dijumpai yang mampu menghambat keberhasilan program KB, yaitu adanya keyakinan segelitir masyarakat menganggap KB merupakan suatu hal yang tabu yang dianggap ngga sesuai dengan keyakinan dan menolak pemberian Tuhan. Faktor lainnya, yaitu dibeberapa daerah masih ada keterbatasan dana dalam penyediaan sarana dan prasarana pelaksanaan program KB terutama terkait pengadaan alat kontrasepsi.

Keluarga berencana merupakan langkah dalam upaya perencanaan keluarga yang sejahtera. Diharapkan akan hubungan yang baik dan keterpenuhan hak, serta kewajiban seluruh anggota keluarga. Semoga informasi ini bermanfaat, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Studi Tentang Dampak Program Keluarga Berencana Di Desa Bangun Mulya Kabupaten Penajam Paser Utara. https://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2016/01/Jurnal%20Siti%20Soleha%20(01-11-16-11-07-40).pdf . 12 Mei 2022

Analisis Faktor-Faktor Hambatan Komunikasi Dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana Pada Masyarakat Kebon Agungsamarinda. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/05/ejournal_rahma%20new_word%20(05-19-14-05-58-25).pdf .  Diakses pada tanggal 12 Mei 2022.

Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Keluarga Berencana. http://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/14216/6877 . Diakses pada tanggal 12 Mei 2022.

Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Program Keluarga Berencana di Desa BaleeUjong Rimba Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. http://www.journal.amikindonesia.ac.id/index.php/jpni/article/view/17/15 . Diakses pada tanggal 12 Mei 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.