Sahabat Sehat, susu adalah salah satu sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang sehingga susu menjadi salah satu bahan pangan yang dikonsumsi secara rutin. Sayangnya, ada beberapa orang yang alergi terhadap protein susu, memiliki intoleransi terhadap laktosa, ataupun mengikuti pola diet vegan atau vegetarian sehingga ngga bisa mengonsumsi susu sapi atau hewan lainnya. Berikut ini ada beberapa “susu” nabati yang bisa dijadikan pilihan!

“Susu” Kedelai
Olahan kedelai yang satu ini pasti sudah ngga asing lagi untuk kamu. Sari kedelai atau yang juga banyak disebut sebagai “susu” kedelai adalah alternatif susu sapi yang tergolong terjangkau dan merupakan sumber asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung. Kedelai sendiri termasuk pangan fungsional karena punya kandungan senyawa seperti isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan dan mencegah penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan kanker. Selain isoflavon, kedelai juga mengandung protein dan senyawa fitosterol yang baik untuk kesehatan dan membantu menurunkan kadar kolesterol.
Sayangnya kedelai punya rasa langu yang mungkin akan mengganggu dan mengurangi cita rasa sari kedelai yang disebabkan oleh adanya enzim lipoksigenase. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan perlakuan untuk menginaktivasi enzim lipoksigenase, misalnya dengan pemanasan atau perendaman kedelai dengan larutan basa. Seiring majunya teknologi, kini pengolahan sari kedelai juga semakin canggih dan menghasilkan sari kedelai dengan kandungan gizi yang baik dan umur simpan yang lebih panjang. Bahkan, sari kedelai yang beredar sekarang juga memiliki berbagai macam rasa sesuai selera
Oat “Milk”
“Susu” oat adalah plant-based milk yang sedang populer saat ini. Oat (Avena sativa) adalah salah satu jenis serealia yang kaya akan serat pangan dan senyawa fitokimia. Kandungan oat sebesar 60% adalah pati, 11-15% protein, 5-9% lemak, 2,3-8,5% serat pangan, dan 0,54% kalsium. Serat pangan seperti β-glucan, protein fungsional, lemak, dan komponen pati dalam oat memiliki manfaat baik bagi kesehatan, sehingga oat baik digunakan sebagai salah satu bahan alternatif susu. Β-glucan adalah serat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat pengosongan perut sehingga perut akan lebih lama merasa kenyang, sehingga dapat menurunkan kadar gula dalam darah juga.

Pembuatan oat “milk” adalah dengan mencampurkan rolled oat dengan air, hidrolisis enzimatik untuk memecah pati, dan filtrasi. Nah, karena oat ngga mengandung gluten, sari dari oat juga aman dikonsumsi jika kamu mengalami celiac disease. Tapi sayangnya, kandungan kalsium dalam oat “milk” masih cenderung lebih rendah dibanding susu sapi biasa.
“Susu” Almond
Salah satu “susu” yang berasal dari kacang-kacangan adalah sari almond yang juga sedang banyak diminati oleh masyarakat. Almond adalah kacang dengan kandungan protein yang tinggi, yaitu sebesar 25%. Almond juga merupakan sumber α-tokoferol yang merupakan komponen aktif vitamin E yang juga merupakan senyawa antioksidan. Selain itu, almond juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, serta serat.
Tahap-tahap pembuatan sari almond meliputi perendaman almond dan pengupasan, kemudian diblender dengan air dan disaring untuk mendapatkan sarinya. Sari almond memiliki kandungan kalsium dan lemak yang tinggi, tetapi memiliki kandungan kalori yang rendah.
Itulah beberapa contoh “susu” dari tanaman atau plant-based yang bisa menjadi alternatif susu sapi. Sahabat Sehat paling suka yang mana? Yuk, tulis jawabanmu di kolom komentar!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Paling suka sama susu kedelai. Dan kalau sedang maag sangat menolong juga sih.