Olahan Ikan Khas Jepang, Surimi dan Kamaboko

Sahabat Sehat, kalau kamu suka makan shabu-shabu, kamu pasti kenal dengan crab stick yang rasanya mirip kepiting. Tapi ternyata, crab stick ngga terbuat dari daging kepiting loh. Crab stick, chikuwa, dan beberapa isian shabu-shabu lainnya seperti fish cake termasuk olahan daging ikan yang awalnya dibuat di Jepang dan disebut kamaboko.

Surimi dan Kamaboko
Foto: Unsplash.com

Mengenal Surimi

Surimi adalah daging ikan yang dihaluskan dan merupakan produk setengah jadi yang biasa diolah lebih lanjut menjadi kamaboko. Surimi bisa dibuat dari berbagai jenis ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar. Kualitas ikan yang baik untuk dijadikan bahan baku surimi yaitu ikan yang berdaging putih, rendah lemak, dan tinggi protein.  

Proses pembuatan surimi dimulai dari penyortiran, penyiangan, pembuangan kulit dan tulang, pelumatan daging, pencucian, penyaringan dan pengepresan, penambahan bahan tambahan, pengepakan, serta pembekuan. Pencucian lumatan daging ikan dilakukan beberapa kali dan menggunakan larutan garam pada pencucian terakhirnya, tujuannya untuk menghilangkan komponen larut air dalam ikan seperti protein, darah, dan juga enzim. Surimi yang baik adalah surimi yang punya kemampuan membentuk gel yang baik.

Apa itu Kamaboko?

Kamaboko merupakan surimi yang diolah lebih lanjut sehingga berbentuk gel, serta memiliki tekstur yang kenyal dan elastis. Kamaboko dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan rasa, contohnya crab stick, chikuwa, itatsuke kamaboko, naruto, dan lain-lain. Kamaboko termasuk produk yang bergizi karena tinggi protein, rendah lemak, rendah kalori, serta memiliki kandungan asam lemak omega-3. Setiap 100 gram kamaboko mengandung 12-16,2 g protein, 7,4-13,5 g karbohidrat, 0,5-2,0 g lemak, 0,031-0,075 g EPA, dan 0,061-0,13 g DHA. Kalori per 100 gram kamaboko hanya berkisar antara 90-121 kkal saja loh. 

Kamaboko bisa diolah dengan dikukus, direbus, dipanggang, maupun digoreng. Crab stick, hanpen, dan naruto maki merupakan jenis kamaboko yang biasanya disajikan dengan cara direbus. Sedangkan satsuma-age adalah kamaboko yang biasanya disajikan dengan digoreng. Chikuwa juga salah satu jenis kamaboko yang banyak digemari dan cocok dimasak dengan direbus maupun dipanggang. 

Surimi dan Kamaboko
Foto: Unsplash.com

Manfaat Surimi dan Kamaboko

Pengolahan ikan menjadi surimi dan kamaboko sebenarnya termasuk salah satu cara untuk mengatasi kurangnya pemanfaatan dan konsumsi ikan. Ikan merupkan sumber protein dan omega-3, seperti DHA dan EPA yang baik. Mengonsumsi kamaboko bisa dijadikan alternatif jika kamu kurang gemar mengonsumsi ikan secara langsung. Selain itu, ikan juga termasuk pangan yang mudah rusak, sehingga mengolah ikan menjadi surimi dan kamaboko membuat umur simpannya lebih panjang. 

Sahabat Sehat paling suka kamaboko jenis apa? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Moniharapon, A. 2014. Teknologi Surimi dan Produk Olahannya. Majalah Biam. http://ejournal.kemenperin.go.id/bpbiam/article/download/2017/1595 diakses pada 16 Agustus 2021.

Latifa, B. N., Darmanto, Y. S., dan Riyadi, P. H. 2014. Pengaruh Penambahan Karaginan, Egg White dan Isolah Protein kedelai terhadap Kualitas Gel Surimi Ikan Kurisi. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. https://media.neliti.com/media/publications/139327-ID-pengaruh-penambahan-karaginan-egg-white.pdf diakses pada 16 Agustus 2021.

Sahlan, S., Liviawaty, E., Rostini, I., dan Pratama, R. I. 2018. Perbedaan Jenis Ikan sebagai Bahan Baku terhadap Tingkat Kesukaan Kamaboko. Jurnal Perikanan dan Kelautan. https://jurnal.unpad.ac.id/jpk/article/view/18232 diakses pada 16 Agustus 2021.

Widyaswari, S. G. dan Irlidiya. 2019. Pengaruh Frekuensi Pencucian Surimi terhadap Mutu Produk Kamaboko Ikan Nila. Jurnal Ilmu Pendidikan. https://www.researchgate.net/publication/348380675_Pengaruh_frekuensi_pencucian_surimi_terhadap_mutu_produk_kamaboko_Ikan_Nila diakses pada 16 Agustus 2021.

Related Posts

  1. ini yang namanya shabu shabu yaaa, suka jenis apa ajaaaa dulu gak suka ternyata makannya harus pake kecap asin biar enakan hehe tapi lebih suka kamaboko sih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.