Jika Korea punya kimchi, Jerman punya sauerkraut. Sauerkraut adalah salah satu makanan khas Jerman yang terbuat dari fermentasi kubis. Makanan ini sudah dikonsumsi sejak dulu dan telah menjadi bagian dari kebudayaan warga lokal. Sauerkraut biasanya disajikan sebagai pendamping lauk utama dengan rasa asamnya yang menggugah selera.
Selain memiliki rasa yang unik, sauerkraut diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena kaya akan gizi. Penasaran apa aja manfaat dari sauerkraut untuk kesehatan? Simak penjelasannya, yuk!

Kandungan Gizi Sauerkraut
Metode pengolahan sauerkraut, yakni fermentasi ngga hanya memiliki kemampuan dalam meningkatkan dan memperbaiki umur simpan makanan, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dan efek baik untuk kesehatan. Bahkan, nilai gizi makanan khas jerman ini jauh lebih banyak dibanding dengan kubis segar.
Dalam sauerkraut pada setiap penyajian 100 gramnya, terkandung air 95,2 gram; fosfor 20 miligram; energi 19 kilokalori (kkal); karbohidrat 4,28 gram; kalium 170 miligram; kalsium 30 miligram; lemak 0,14 gram; magnesium 13 miligram; protein 0,91 gram; serat 2,9 gram; sodium 661 miligram; vitamin C 14,7 miligram; dan zat besi 1,47 miligram.
Manfaat Sauerkraut untuk Kesehatan
Manfaat utama dari sauerkraut adalah menyehatkan sistem pencernaan karena mengandung bakteri asam laktat yang yang dapat memperkaya mikroflora usus yang baik untuk kesehatan sistem pencernaan. Menurut penelitian, adanya mikroba baik dalam usus dapat membantu mengatasi diare, mengurangi kembung, konstipasi, dan gejala yang berkaitan dengan radang usus kronis. Di samping itu, sauerkraut yang kaya akan vitamin C dan zat besi bermanfaat dalam memaksimalkan fungsi imun tubuh.
Manfaat lainnya dari sauerkraut adalah menyehatkan tulang karena kandungan vitamin K2 di dalamnya berfungsi mengaktifkan dua protein yang dapat mengikat kalsium. Selain itu, sauerkraut juga berpotensi dalam menurunkan berat badan, loh! Mengingat sauerkraut yang rendah energi dan tinggi serat sehingga mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Dan tahukah kamu kalau sauerkraut dapat mengurangi risiko kanker? Hal ini karena kandungan antioksidan dan senyawa lainnya yang dihasilkan lewat proses fermentasi.

Cara Mudah Buat Sauerkraut di Rumah
Proses fermentasi sauerkraut terjadi ketika gula alami dari kubis bertemu dengan bakteri dan jamur yang ada di kubis atau di lingkungan sekitarnya. Kamu bisa membuat sauerkraut sendiri karena caranya cukup mudah.
Kamu hanya memerlukan kubis hijau atau ungu dan garam laut. Langkah pertama, potong kubis menjadi empat bagian, lalu cuci bersih kubis sampai kesela-sela daunnya. Kemudian, buanglah bonggolnya dan lumuri tiap lembar daun kubis dengan garam.
Selanjutnya, iris memanjang kubis dengan setipis mungkin. Setelah itu, pindahkan irisan kubis ke wadah yang besar dan taburi lagi garam di atasnya. Remas kubis sampai berair dan daunnya ngga kaku lagi menggunakan tangan, pastikan untuk ngga terlalu keras saat meremas. Bersamaan dengan itu, masukkan jintan.
Sesudah itu, siapkan stoples kaca dan masukkan kubis ke dalamnya sambil ditekan-tekan sampai kubis terendam dalam air asin. Jika airnya kurang, kamu bisa menambahkan 1 gelas air asin lagi. Kemudian, tutup rapat stoples dan simpan dalam ruangan yang kering dan hangat selama 3-10 hari. Semakin lama proses fermentasinya maka akan semakin asam pula rasa sauerkraut.
Semoga informasi ini bisa menambah referensi masakan sehat kamu hari ini, ya! Untuk Sahabat Sehat yang sedang menjaga asupan garam sebaiknya konsumsi sayuran pendamping lainnya karena kandungan sodium pada sauerkraut cukup tinggi.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
