Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa minyak nabati dan produk turunannya rawan akan kontaminasi 3-MCPD dan GE? Senyawa 3-MCPD bersifat karsinogen non-genotoksik dan GE bersifat karsinogenik dan genotoksik (memicu kerusakan struktur DNA).
Mengenal 3-MCPD
Senyawa 3-monochloropropane-1,2-diol (3-MCPD) adalah kontaminan yang dapat ditemukan pada produk makanan olahan dan minyak nabati, terutama minyak kelapa sawit. Senyawa ini tidak mudah menguap, memiliki titik didih (213°C), mudah larut dalam air, dan memiliki kelarutan yang tinggi dalam lemak dan matriks lemak. Secara kimiawi, 3-MCPD adalah gliserol klorohidrin, terbentuk ketika satu gugus hidroksil dalam molekul gliserol digantikan oleh atom klorin.
Foto: Pixabay.com
Pembentukan 3-MCPD pada Pangan
3-MCPD dan esternya dapat terbentuk secara tidak sengaja saat proses pengolahan, khususnya selama proses pemurnian minyak. Selama proses penyulingan, 3-MCPDE dan GE dapat terbentuk dalam minyak nabati saat minyak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, yakni lebih dari 225oC untuk menghilangkan rasa, warna, atau bau yang tidak diinginkan.
Konsentrasi tertinggi 3-MCPD biasanya ditemukan pada minyak sawit dan minyak sawit olein. Selain pada minyak sawit, 3-MCPDE dan GE juga dapat ditemukan pada minyak nabati olahan lainnya, seperti safflower, kelapa, bunga matahari, dan minyak kedelai. Bahan makanan lain yang menggunakan proses pemanasan dan terindikasi memicu membentuk 3-MCPD adalah produk turunan malt seperti biji malt food grade, tepung malt, dan ekstrak malt (agen warna dan rasa). Komponen asli dari produk ini dapat memicu pembentukan 3-MCPD, sehingga tidak perlu penambahan lemak, asam atau klorida.
Foto: Pexels.com
Minyak nabati olahan adalah komponen utama susu formula bayi, karena lemak dari minyak tambahan penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Nah, karena bayi adalah populasi yang rentan, FDA dan berbagai badan kesehatan berfokus pada pengukuran kadar 3-MCPDE dan GE dalam susu formula untuk memastikan keamanan susu formula.
Efek Negatif 3-MCPD pada Kesehatan
Dalam riset skala laboratorium, 3-MCPDE dan GE (ester asam lemak glisidil) terurai di saluran pencernaan menjadi 3-MCPD dan glisidol. Penelitian pada hewan uji menunjukkan bahwa 3-MCPD mempengaruhi ginjal dan testis dan berpotensi menyebabkan kanker. Penelitian U.S. National Toxicology Program membuktikan glisidol bersifat karsinogen pada hewan uji. The International Agency for Research on CancerExternal Link Disclaimer mengklasifikasikan 3-MCPD dan glisidol sebagai zat yang memiliki kemungkinan bersifat karsinogen manusia.
Pada tahun 2015, panel ahli European Food Safety Authority atau EFSA pertama kali menilai potensi risiko 3-MCPD dan GE. EFSA menyimpulkan bahwa GE perlu menjadi perhatian bagi kesehatan masyarakat karena bersifat genotoksik dan karsinogenik, yaitu dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker.
Batas Toleransi Level 3-MCPD
BPOM pada 2009 menetapkan batas maksimum 3-MCPD pada makanan dengan kandungan protein nabati terhidrolisis dalam bentuk padat adalah 50 mikrogram/kg dan cair adalah 20 mikrogram/kg, tetapi aturan ini belum diterapkan pada minyak nabati. Sedangkan European Commission (EC) sejak 1 Januari 2021, telah menetapkan batas maksimum MCPD Ester minyak sawit adalah 2.500 mikrogram/kg (ppb), dan minyak nabati 1.250 mikrogram/kg (ppb).
Hingga sekarang 3-MCPD dan GE masih menjadi masalah di dunia pangan. Berbagai penelitian berusaha menemukan cara menghilangkan 3-MCPD dan GE dari minyak sawit. Minyak sawit menjadi sorotan dikarenakan kandungan 3-MCPDE, 2-MCPDE, dan GE yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.
Sahabat Sehat, semoga informasi ini bermanfaat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
