Mikroflora usus merupakan kumpulan berbagai mikroba yang ada di dalam usus, baik yang berupa bakteri ataupun jamur. Pada sistem pencernaan manusia, terdapat sekitar 10 hingga 100 triliun sel mikroba dengan jenis yang berbeda. Meskipun ngga semuanya baik, keseimbangan mikroflora usus tetap perlu dijaga, supaya kesehatan tubuh ngga terganggu. Tapi, bagaimana caranya, ya? Yuk, simak penjelasannya!
Konsumsi makanan yang bervariasi

Di dalam usus manusia, terdapat lebih dari 1000 jenis bakteri yang memiliki perannya masing-masing. Sama seperti makhluk hidup lainnya, bakteri ini, juga membutuhkan zat gizi untuk bisa hidup dan menjalankan tugas-tugasnya.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi kamu mengonsumsi jenis makanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhannya. Semakin bervariasi makanan yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula manfaat kesehatan yang bisa didapatkan.
Makanan tinggi serat

Sayur, buah, gandum dan kacang-kacangan merupakan beberapa contoh makanan yang banyak mengandung serat. Sayangnya kandungan seratnya, itu ngga bisa langsung dicerna oleh manusia. Nah, disitulah peran bakteri yang ada di dalam usus.
Bukan cuma membantu mencerna serat, Bifidobacteria juga bisa menekan pertumbuhan mikroba patogen yang menyebabkan penyakit. Sebuah penelitian membuktikan bahwa, selain bisa menambah jumlah bakteri di dalam usus (Bifidobacteria dan Lactobacilli), mengonsumsi gandum utuh juga bisa menurunkan kadar gula darah.
Makanan yang mengandung polifenol
Mungkin beberapa Teman Sehat sudah tahu mengenai manfaat polifenol bagi tubuh, misalnya untuk menurunkan tekanan darah dan anti-inflamasi. Ternyata, sistem pencernaan manusia ngga bisa mencerna polifenol secara maksimal tanpa bantuan mikroflora usus loh!

Sebelum bisa diserap usus, polifenol akan diubah menjadi zat yang lebih sederhana oleh beberapa bakteri seperti Ruminococcus spp. dan Eubacterium spp., dan Bifidobacterium spp. Jadi, secara ngga langsung mengonsumsi polifenol juga bisa memberikan manfaat untuk pertumbuhan bakteri baik. Nah, contoh makanan yang banyak mengandung polifenol yaitu coklat, kacang almond, brokoli, berries, dan juga bawang putih.
Cara lain untuk menjaga mikroflora usus
Selain makanan yang sudah disebutkan di atas, masih ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan jumlah mikroflora usus. Misalnya seperti mengonsumsi makanan hasil fermentasi atau suplemen probiotik. Kamu juga bisa mengurangi konsumsi pemanis buatan seperti aspartam, karena bisa mengganggu keseimbangan mikroflora yang ada di dalam usus.
Nah, itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kestabilan jumlah mikroba yang ada di usus. Yap, meskipun ngga kelihatan mikroflora yang ada di tubuh manusia ternyata punya peran yang sangat penting ya, Teman Sehat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

