Hai Sahabat Sehat! Momen bulan Ramadhan bisamenjadi sebuah titik evaluasi dan perbaikan diri. Semua yang menjalankan, berlomba-lomba dalam hal beribadah. Bagi kaum muslim, ibadah puasa adalah menahan diri dari makan dan minum, serta hal lain yang bisa membatalkannya mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.
Pada dasarnya, manusia terdiri dari aspek psikis dan biologis. Tentu kamu sering mendengar betapa bermanfaatnya puasa bagi tubuh dari aspek biologis. Akan tetapi apakah ada manfaat puasa untuk aspek psikis? Tentunya ada dong. Simak penjelasan di bawah ini, ya!

Pandai Mengolah Emosi
Ketika puasa, kamu dituntut untuk bisa menahan amarah, serta menyikapi hal yang memuakkan dengan sabar dan kepala dingin. Pada dasarnya, melupakan atau menahan amarah merupakan pilihan kamu sendiri, karena kontrol itu ada pada diri masing-masing.
Ketika hendak marah, kamu sekian detik akan dihadapkan dengan pilihan tahan atau luapkan. Ketika kamu memilih untuk menahan, seketika kamu akan merasa menjadi pribadi yang lebih tenang. Jika hal ini terus dijaga selama di bulan Ramadhan, seterusnya kamu akan lebih pandai dalam mengolah emosi. Orang yang menjalankan puasa telah melatih dirinya untuk berusaha menahan hawa nafsu dan hal lainnya yang bersifat negatif. Kalau dalam dunia psikologi, hal ini sering disebut dengan self-control.
Pribadi yang Jujur
Sahabat Sehat pasti sering kali mengetahui celetukan dari teman “Eh, ngga boleh bohong, nanti puasanya batal”. Hal kecil ini ternyata mampu mempengaruhi kebiasaan seseorang, loh!
Selama berpuasa, kamu dilatih untuk ngga berbohong sekecil apa pun. Menjadi pribadi yang jujur tentu ngga mudah. Butuh proses, kekuatan mindset, dan kesadaran diri bahwa apaun yang dilakukan pasti diketahui juga oleh Tuhan.

Bentuk Healing
Bulan Ramadhan menjadi ajang umat Islam berlomba-lomba dalam mengumpulkan amalan baik. Semua akan berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan. Menjaga baik hubungan dengan Tuhan, bisa dibilang healing. Jika kamu fokus dalam ibadah, hal-hal yang memicu penyakit hati dan pikiran akan mereda atau hilang.
Nah, Sahabat Sehat kini sudah tahu ya, kalau puasa ini punya pengaruh yang sangat positif bagi kesehatan jiwa. Harapannya ibadah puasa ini dapat menjadi titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tetap semangat menjalankan puasa, salam sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
