Keracunan makanan bisa terjadi akibat adanya kontaminan atau cemaran dalam produk makanan tersebut. Kontaminasi bisa berasal dari beberapa sumber, yakni mikrobiologi, kimia, dan fisik. Virus, bakteri, dan parasit merupakan jenis cemaran mikrobiologis yang bisa mencemari makanan akibat sanitasi dan higienitas yang buruk.

Salmonella merupakan salah satu kuman berbahaya yang lebih banyak ditemukan dibanding kuman lainnya dalam berbagai produk makanan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa Salmonella menyebabkan lebih dari satu juta penyakit bawaan yang diperoleh dari makanan di Amerika Serikat setiap tahunnya.
Begitu juga di Indonesia, belakangan ini BPOM juga telah menarik salah satu produk makanan akibat adanya kontaminasi Salmonella. Kira-kira apa saja bahayanya ya, Sahabat Sehat?
Bahaya Salmonella bagi kesehatan
Salmonella bisa menjangkiti manusia melalui makanan, air yang tercemar, lingkungan, orang, dan hewan. Penyebarannya tentu bisa menyebabkan penyakit infeksi. Produk yang rentan terkontaminasi bakteri ini, diantaranya ayam, kalkun, daging sapi, babi, susu, keju, telur buah kecambah, sayuran hingga pangan olahan (selai kacang, nugget, ayam olahan).
Infeksi Salmonella berdampak pada munculnya gangguan pencernaan dan demam (salmonellosis). Biasanya, ibu hamil, bayi dan balita, lanjut usia (lansia), dan penyandang penyakit kronis lebih rentan untuk mengalami infeksi ini. Tanda infeksi mulai muncul pada enam jam hingga tujuh puluh dua jam sesudah terinfeksi. Tapi, sebagian besar orang akan sembuh dalam kurun waktu empat hingga tujuh hari tanpa pengobatan antibiotik.
Gejala infeksi Salmonella beragam, mulai diare biasa hingga yang berdarah, meningkatnya suhu tubuh, kram perut, muntah yang terjadi dalam waktu lama, sakit kepala, dan ruam. Derajat keparahan penyakit setiap orang berbeda, sebaiknya segera periksa ke dokter jika menemui keluhan yang serius.

Langkah mudah cegah keracunan
Sahabat Sehat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keracunan, termasuk akibat kontaminasi Salmonella. Pertama, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir selama 20 detik sebelum dan sesudah memegang makanan. Kedua, cucilah peralatan masak dan makan menggunakan air sabun panas. Ketiga, hindari mencuci telur mentah, unggas, daging, makanan laut sebelum dimasak. Pastikan pula permukaan dapur tempat memasak selalu dibersihkan, ya.
Pisahkan pangan mentah yang berasal dari kantong belanja dan wadah saat menyimpan di lemari pendingin. Gunakan alat masak dan piring yang berbeda saat memasak. Hindari meletakkan makanan matang pada wadah bekas pangan mentah.
Gunakan suhu yang tepat saat memasak, terutama untuk jenis daging dan ikan. Pastikan makanan yang kamu masak sudah matang dengan sempurna, ya. Perhatikan tempat penyimpanan bahan makanan maupun makanan matang dengan tepat, misalnya dalam tempat tertutup di lemari pendingin untuk menjaga makanan dalam kondisi baik.
Sahabat Sehat, menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan saat mengonsumsi makanan dan minuman. Yuk, berperan aktif dalam mensosialisasikannya untuk membentuk budaya PHBS yang baik pada masyarakat.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
