Sahabat Sehat, menurut laporan The Brainy Insight 2022, jamur shiitake menjadi jamur no.2 paling banyak dikonsumsi di dunia. Hal ini tidak terlepas dari rasa umaminya, rasa umami dideskripsikan sebagai gurih, woodsy, dan smoky. Cek fakta mengenai shiitake!
Jamur Shiitake dan Kandungan Gizinya
Jamur Shiitake (Lentinula edodes) adalah varietas jamur populer yang berasal dari Asia Timur. Nama ‘shiitake’ berasal dari bahasa Jepang dan juga dikenal sebagai jamur hitam atau jamur oakwood. Budidayanya mencakup lebih dari 1/4 dari semua budidaya jamur global. Jamur ini memiliki rasa earthy kuat dan tekstur yang kenyal.

Dalam 100 gram jamur shiitake mentah terkandung 34 kkal energi, 6,8 g karbohidrat, 2,2 g protein, dan 0,5 g lemak. Kandungan vitamin B2 0,22 mg (18% RDI), vitamin B3 3,88 mg (26% RDI), vitamin B5 1,5 mg (30% RDI), vitamin B6 0,29 mg (22% RDI). Terkandung juga 0,02 mg vitamin B1, 13 µg vitamin B9, 3,5 mg vitamin C, dan 18 IU vitamin . Shiitake juga kaya akan mangan, fosfor, kalium, selenium, dan zink. Mineral lain yang dikandung adalah zat besi, sodium, kalsium, dan zat besi.
Berdasar data USDA, dalam 1 cangkir shiitake matang (145g) menyediakan 81 kalori, 2,3 g protein, 21 g karbohidrat, dan 0,3 g lemak. Ditambah 3 g serat, 2,3 g protein, 1 mcg vit.D, dan 2 mg zink. Ada juga 5,6 g gula alami dalam 1 cangkir jamur shiitake matang. Indeks glikemik jamur adalah antara 10 dan 15, sehingga tergolong makanan glikemik rendah.
Manfaat Kesehatan Jamur Shiitake
Shiitake mengandung eritadenin dan polisakarida lentinan. Eritadenine ditemukan mampu menurunkan kadar kolesterol serum melalui penelitian in vivo. Sedangkan, lentinan bertindak sebagai modulator kekebalan dan diketahui bisa menghambat pertumbuhan tumor.
Sealin itu, jamur itu juga mengandung vitamin D dalam bentuk ergocalciferol (vitamin D-2) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan metabolisme kalsium. Juga, mengandung niasin, asam pantotenat, piridoksin lebih tinggi daripada jamur kancing.
Dalam 100 g shiitake terkandung 0,293 mg vit. B-6 (piridoksin) yang melancarkan proses pengiriman pesan di otak. Konsumsi 100 g shiitake memenuhi 10% AKG selenium, co-faktor untuk enzim antioksidan, glutathione peroksidase yang berperan penting dalam integritas jaringan hati dan jantung.
Konsumsi jamur ini sebanyak 100 gram telah mampu memenuhi sekitar 10% AKG kebutuhan fosfor. Tingkat kalsium dan fosfor yang memadai dalam darah sangat penting untuk mineralisasi tulang dan gigi.

Kemungkinan Alergi
Jamur shiitake tidak dianggap sebagai alergen, tetapi terdapat kemungkinan individu yang alergi. Meskipun sangat jarang, penanganan jamur shiitake ditunjukkan dalam satu kasus untuk menginduksi asma melalui reaksi yang diperantarai IgE.
Selain itu, terdapat efek samping mengonsumsi jamur shiitake mentah karena menyebabkan dermatitis. Jamur shiitake mentah mengandung lentinan yang menyebabkan ruam pada beberapa orang. Guna menghindari efek samping tersebut, konsumsilah jamur shiitake matang.
Sahabat Sehat, di Jepang shiitake disajikan dalam sup miso, bahan dasar untuk dashi vegetarian, dan isian hidangan kukus dan rebus. Dalam masakan Tiongkok, shiitake menjadi bahan dasar tumisan seperti dalam masakan Budda’s delight (Luóhàn zhāi).
Oleh karena itu, jamur ini sering disebut versatile karena bisa dimasak dengan berbagai cara pemasakan, mulai dari dipanggang, diasamkan, ditumis, hingga dijadikan topping. Bahkan, teksturnya yang keras dan kenyal, membuat shiitake banyak digunakan sebagai pengganti daging dalam hidangan vegetarian.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
