Benarkah menjadi Vegetarian lebih Sehat?

Belakangan ini plant based food sedang gencar dibicarakan. Banyak produk hasil olahan pangan hewani yang mulai digantikan oleh produk nabati. Contohnya plant based milk (kedelai, almond, gandum) dan daging analog dari jamur. Banyak yang mengatakan menjadi vegetarian bisa membuat kamu lebih sehat. Tapi, apakah benar? Yuk simak penjelasannya di sini!

Alasan menjalankan diet

Hanya mengonsumsi makanan berbasis tanaman dan menghindari konsumsi daging, kini mulai menjadi tren di masyarakat. Mulai dari banyaknya klaim terhadap kesehatan hingga dianggap peduli terhadap lingkungan atau kelestarian hewan.

Salah satu manfaatnya yaitu lebih rendahnya risiko terkena penyakit jantung. Hal ini dikarenakan adanya kandungan asam lemak trans pada daging yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Adakah risiko stroke?

Pada tahun 2019, sekelompok peneliti dari Universitas Oxford telah menguji hubungan antara pola makan dengan kemungkinan risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian  yang dilakukan selama 18 tahun ini, meneliti pada kelompok pemakan daging, pemakan ikan dan vegetarian.

Penelitian yang melibatkan sekitar 48 ribu orang di UK ini, menghasilkan kesimpulan bahwa risiko seseorang terkena penyakit jantung 13% lebih rendah untuk orang-orang yang mengonsumsi ikan dan 22% lebih rendah bagi seorang vegetarian. Tapi, seorang vegetarian memiliki risiko terkena stroke 20% lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi daging.

Dijelaskan bahwa ngga ada perbedaan yang signifikan antara seorang vegetarian dan kelompok yang mengonsumsi daging terhadap munculnya penyakit stroke akibat penyempitan pembuluh darah. Tapi, hasilnya cukup signifikan untuk jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pada otak. Cukup menarik bukan?

Tetap ada risiko obesitas

Pada ESC Congress tahun 2020, terdapat issue baru mengenai vegetarian dan obesitas. Analisis yang dilakukan selama 10 tahun belakangan di Yunani, dilakukan untuk mengetahui adanya tidaknya hubungan keduanya. Hasilnya, seorang vegetarian tetap memiliki risiko obesitas khususnya bagi perempuan.

Person Picking Chocolate on Case

Yap, hal ini membuktikan bahwa, banyaknya kalori lebih berperan dibandingkan dengan jenis kalori yang dikonsumsi saat menghindari obesitas. So, kamu perlu tetap memperhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi, ya! Ngga berlebihan, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dan beragam.

Teman Sehat, menjadi vegetarian merupakan salah satu pilihan bagi kamu yang ingin menjalaninya. Tapi, jangan sampai kamu mengabaikan aspek-aspek penting lainnya. Konsultasikanlah hal ini kepada orang yang lebih mengerti, seperti ahli gizi maupun dokter. Jangan lupa tetap terapkan kebiasaan pola hidup sehat, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *