Halo Sahabat Sehat! Gizi seimbang adalah target utama pemenuhan asupan nutrisi, vitamin, mineral bagi janin yang sedang berkembang. Setiap ibu hamil tentu ingin memperhatikan jenis apa saja yang dimakan dan diminum supaya tetap sehat.
Umumnya, sebagian besar makanan aman dikonsumsi selama kehamilan. Ada beberapa yang boleh dikonsumsi dalam frekuensi yang jarang dan berhati-hati, sementara lainnya perlu dihindari dan ngga dikonsumsi sama sekali.

Makanan yang perlu dihindari ibu hamil
Makanan pertama yang perlu dihindari selama kehamilan adalah makanan mentah atau setengah matang. Baik berupa ikan laut, daging sapi, unggas, kerang, dan telur. Bakteri coliform, toksoplasmosis, dan salmonella dikenal sebagai bakteri kontaminan pada daging mentah.
Susu, keju, dan jus buah tanpa pasteurisasi juga patut diwaspadai karena memiliki kemungkinan mengandung bakteri berbahaya, seperti E. coli, Campylobacter, Salmonella, dan Listeria. Keju lunak impor juga memiliki peluang kontaminan bakteri listeria, sehingga disarankan untuk memilih keju lunak bukan impor yang dibuat dengan susu pasteurisasi.
Nah, beberapa jenis ikan, seperti ikan yang mengandung merkuri, ikan yang hidup di danau dan sungai, serta ikan yang diasap juga sebaiknya dihindari. Menurut beberapa studi penelitian melaporkan bahwa merkuri dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan dan kerusakan otak, ikan yang diperkirakan banyak mengandung merkuri contohnya adalah ikan hiu. Selain itu, ikan yang hidup di danau dan sungai rentan terkena polutan industri sehingga terkontaminasi poliklorin bifenil.

Ada lagi yang lainnya?
Selain yang disebutkan di atas, konsumsi kafein perlu dibatasi. The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) membatasi asupan kafein untuk ibu hamil yaitu kurang dari 200 miligram per hari. Asupan tinggi kafein menyebabkan perlambatan pertumbuhan janin dan peningkatan risiko berat badan lahir rendah. Hindari kafein saat trimester pertama untuk menurunkan risiko keguguran.
Ibu yang sedang hamil juga sebaiknya ngga mengonsumsi minuman beralkohol. Ini dikarenakan paparan alkohol sebelum lahir bisa mengganggu perkembangan kesehatan bayi, seperti fetal alcohol syndrome.
Jangan lupa untuk mencuci bahan masakan seperti sayuran dengan bersih, karena sayur yang belum dicuci rentan tercemar toksoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria. Cemaran ini diperoleh dari tanah atau selama proses produksi, panen, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi.
Ragam makanan lainnya yaitu kecambah mentah yang bisa terkontaminasi bakteri salmonella. Oleh karenanya hindari atau masak dengan matang sehingga aman untuk dimakan. Pilihlah produk pasteurisasi untuk susu, keju, maupun jus buah untuk meminimalkan risiko infeksi.
Mencuci tangan, mengupas atau memasak buah dan sayuran terlebih dahulu adalah tahapan yang baik sebelum memulai mengonsumsinya. Kurangi junk food, dan utamakan makanan sehat bergizi lengkap dan seimbang. Nah ngga ketinggalan, Sahabat Sehat juga bisa mengonsultasikan makanan lainnya yang perlu dihindari dengan dokter ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
