Sahabat Sehat, biasanya setelah makan apakah kamu suka mencari makanan yang manis-manis sebagai pencuci mulut? Makanan pencuci mulut atau yang sering disebut dessert adalah hidangan yang disajikan terakhir setelah makanan pembuka (appetizer) dan makanan utama (main course). Biasanya, makanan pencuci mulut punya rasa yang manis atau segar. Tapi sebenarnya, apakah makanan pencuci mulut diperlukan setiap selesai makan pagi, siang, dan malam? Yuk, simak informasi di bawah ini!

Asal Usul Makanan Pencuci Mulut
Makanan pencuci mulut sebenarnya merupkan bagian dari budaya makan yang sudah lama diterapkan oleh banyak orang di seluruh dunia. Ada yang mungkin merasa belum kenyang kalau belum makan sajian pencuci mulut. Nah, ini sebenarnya timbul karena kebiasaan. Makanan yang biasa disajikan sebagai pencuci mulut biasanya berupa makanan manis, segar, atau creamy seperti buah, es krim, kue, puding, dan lain-lain. Selain mengandung gula dan tinggi energi, makanan pencuci mulut umumnya juga memiliki kandungan lemak yang tinggi.
Di dalam tubuh, gula mudah dicerna dan diserap, serta menghasilkan energi untuk beraktivitas, termasuk dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh. Selain itu, mengonsumsi makanan yang manis membuat tubuh merasa cepat kenyang dan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sayangnya, rasa kenyang yang ditimbulkan oleh konsumsi gula hanya bersifat sementara dan membuat tubuh cepat merasa lapar kembali. Terlalu banyak mengonsumsi gula dan lemak juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes.

Tips Memilih Makanan Pencuci Mulut
Ingin mengonsumsi yang manis setelah makan berat sebenarnya adalah hal yang normal. Ngga bisa dipungkiri bahwa mengonsumsi makanan yang manis juga bisa menimbulkan rasa senang karena gula juga merangsang produksi hormon yang membuat mood lebih baik. Hanya saja, kamu perlu memperhatikan jenis makanan pencuci mulut yang kamu pilih dan porsinya.
Buah bisa menjadi pilihan makanan pencuci mulut yang baik karena selain punya rasa yang manis dan rendah kalori, buah-buahan juga mengandung vitamin dan serat. Serat bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga mencegah konsumsi makanan berlebihan. Kamu juga bisa mencoba dark chocolate yang punya rasa agak pahit tapi kaya akan antioksidan dan membantu memperbaiki mood.
Jadi, makanan pencuci mulut merupakan bagian dari budaya atau kebiasaan yang sebenarnya ngga buruk. Kamu hanya perlu memilih makanan pencuci mulut yang sehat dan memastikan jumlahnya ngga berlebihan. Apa makanan pencuci mulut andalanmu, Sahabat Sehat? Yuk, bagikan jawabanmu di kolom komentar!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Godaan desert itu apalagi saat brunch sulit dihindari. Apalagi ketika acara perusahaan atau saat all you can eat occasion. Bukan tambah bijaksana memilih, tetapi terdorong nyobain semua. Hahaha…