Manfaat Fandom bagi Perkembangan Remaja

Sahabat Sehat, apa yang terlintas di pikiran kamu ketika mendengar kata fandom? Bagi penggemar k-pop tentunya fandom, seperti ARMY (BTS), Blink (BlackPink), Treasure Makers (Treasure) pasti bukan hal baru.

Fenomena fandom sudah menjadi bagian hidup banyak remaja di Indonesia dan dunia. Bahkan, kekuatan suatu fandom dan fanatisme ini dimanfaatkan berbagai brand kosmetik, produk, dan e-commerce untuk mendongkrak marketing. Lalu sejauh mana pengaruh suatu fandom terhadap kehidupan remaja?

pengaruh fandom bagi remaja
Foto: Pexels.com

Fandom dan manfaatnya

Fandom-gabungan dari kata ‘fanatic’ dan ‘kingdom’ merupakan tempat bergabung individu yang memiliki ketertarikan yang sama pada suatu hal. Bagi banyak orang fandom dikaitkan dengan kesukaan terhadap band, acara TV, serial buku/film, atau karakter tertentu.

Meski, terkadang dianggap ngga berguna, keberadaan fandom bukanlah sekedar perasaan menyukai, tetapi powerful forces. Menurut psikolog dan didukung berbagai data penelitian, menjadi bagian dari sebuah fandom memberi manfaat positif terhadap kesehatan mental, emosional, dan sosial. Berikut ini diantaranya.

Sense of Belonging

Menurut Dr. Laurel Steinberg, bergabung dalam fandom membantu remaja terhubung dengan remaja lain. Menghadirkan perasaan ‘belonging’ menjadi bagian dari suatu kelompok bisa membantu seseorang menemukan identitas dan memberikan tujuan hidup yang bisa menjadi dasar gaya hidup.

Memberi Perasaan Aman

Dr. Steinberg juga menyatakan fandom menyediakan tempat terhubung dengan orang-orang melalui hasrat dan minat yang sama membantu menciptakan rasa aman. Bergabung dengan fandom membawa kesenangan dan tempat untuk bertukar pikiran dengan topik yang secara sadar akan diterima dengan baik dan mendatangkan antusias.

Membangun Self-Determination

Remaja sering dihadapkan pada dilema ketika mereka mulai memisahkan keputusan pribadi dan keputusan orang tua. Seringkali, seorang anak mendapatkan pengarahan atas keputusannya bisa dalam hal teman bergaul, mengambil jurusan, dan keputusan hidup lainnya.

Melalui fandom, remaja memiliki kesempatan unik untuk mengeksplorasi keinginan. Mereka punya kesempatan memperluas pandangan hidup yang lebih positif, berinteraksi dengan teman seumuran, mengutarakan pendapat dan mengeksplorasi minat mereka.

pengaruh fandom bagi remaja
Foto: Pexels.com

Membangun Identitas

Lisa Bahar, expert dalam bidang perkembangan remaja, menyatakan remaja mulai belajar menentukan identitas dan bergabung dalam fandom adalah salah satu caranya. Berkoneksi dengan teman sebaya akan mendorong mereka untuk membedakan antara identitas pribadi dan individu yang diekspektasikan. Bergabung dalam fandom, menjadikan mereka belajar mandiri, memilah pergaulan, berempati dan bersimpati, serta memiliki peluang untuk mengenal diri sendiri.

Apakah ada efek negatifnya?

Ngga bisa dipungkiri, bergabung dalam fandom juga bisa membawa dampak negatif. Ditekankan bahwa menjadi penggemar adalah wajar, tetapi jangan menjadi sebuah obsesi. Remaja harus mampu memisahkan antara realita dengan kehidupan fandom. Beberapa efek negatif diantaranya, interaksi di media sosial yang ngga sehat, anonim di ranah media sosial dipakai untuk melegalkan praktik ‘hate speech’

Obsesi berlebih bisa mengorbankan porsi besar waktu, pikiran, dan uang hanya untuk idola. Investasi emosional yang berlebih dan menjadikan idola obyek sempurna, merasa bahwa idola adalah milik pribadi. 

Selain itu, terkadang berada dalam suatu fandom bisa mengarah pada sifat toksik. Seorang fans bisa mengeluarkan ancaman dan ngga segan memulai pertikaian di media sosial dengan fandom lain.

Sahabat Sehat, ngga salah untuk bergabung menjadi anggota fandom dan berinteraksi dengan teman sebaya lainnya. Hanya perlu lebih bijak bersikap dan tetap mementingkan koridor kesopanan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Polaris Teen Center.2017. ‘Fandoms’ Can Be Surprisingly Beneficial For Teen Mental Health. https://polaristeen.com/articles/fandoms-can-be-surprisingly-beneficial-for-teen-mental-health/. Diakses 17 Februari 2022.

Prosser, K. 2021. Star Wars’ Kelly Marie Tran Discusses Toxic Fandoms and Mental Health. https://www.cbr.com/star-wars-kelly-marie-tran-discusses-toxic-fandoms-and-mental-health/. Diakses 17 Februari 2022.

Wiest, B. 2017. Psychologists Say That Belonging To A Fandom Is Amazing For Your Mental Health. https://www.teenvogue.com/story/psychologists-say-fandoms-are-amazing-for-your-mental-health. Diakses 17 Februari 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.