Perlukah Ada Lemak di MP-ASI?

Halo, Sahabat Sehat! Seperti yang kamu tahu, masa pemberian MP-ASI merupakan periode emas pertumbuhan si kecil yang memerlukan asupan zat gizi makro dan mikro. Salah satunya adalah lemak, yang dibutuhkan sebanyak 30-40% dari sumber energi. Lemak berperan dalam perkembangan saraf, pembentukan hormon dan senyawa kimia lain dalam tubuh, serta membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Eh tapi, bukannya lemak bisa meningkatkan risiko penyakit, ya? Terus, bagaimana dong? Ternyata, ngga semua lemak itu berbahaya loh, simak ulasannya berikut yuk!

Lemak ‘Baik’ dan Lemak ‘Jahat’

Nah, sebelumnya yuk kenalana dulu dengan dua jenis sumber lemak yang biasa disebut lemak ‘baik’ dan ‘jahat’. Lemak baik ini bersifat meningkatkan kolesterol baik dan tentunya menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner, stroke dan diabetes mellitus di kemudian hari. Lemak baik terdiri dari asam lemak tak jenuh, yaitu MUFA (monounsaturated fatty acid) seperti golongan minyak zaitun, minyak kanola, kacang-kacangan seperti almond dan jambu mete, serta alpukat. Sedangkan PUFA (polyunsaturated fatty acid), yaitu golongan omega-3 seperti pada ikan kembung, salmon, tuna, kedelai dan kenari, serta golongan omega-6 dari minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak bunga matahari, minyak kedelai dan kacang tanah.

kandungan leman dalam MP-ASi
Foto: Freepik.com

Terus, lemak jahat itu seperti apa ya? Nah, lemak jahat bersifat meningkatkan produksi kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik, sehingga meningkatkan risiko penyakit. Lemak jenis ini terdiri dari lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh ngga mempunyai rantai ganda pada asam lemaknya, contohnya seperti lemak pada daging, minyak kelapa sawit, susu full-fat dan produk mentega atau krim. Sedangkan lemak trans merupkan lemak baik yang sudah mengalami perubahan struktur kimia akibat pemrosesan makanan, contohnya yang terdapat pada makanan kemasan seperti kue, biskuit, makanan cepat saji, makanan siap saji dan berbagai macam kudapan seperti keripik.

Jangan Batasi Lemak untuk MP-ASI, tetapi….

Jadi, baiknya bagaimana ya untuk si kecil? Nah Sahabat Sehat, ingat bahwa di periode pemeberian MP-ASI juga terjadi pembentukan saraf yang cukup pesat, kebutuhan energi si kecil pun harus dipenuhi, tetapi selain padat kalori juga tetap padat gizi, bukan?

lemak dalam MP-ASI
Foto: Freepik.com

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan untuk ngga membatasi asupan lemak untuk anak di bawah 2 tahun. Bahkan jika memberikan susu UHT pada usia 1-2 tahun, IDAI merekomendasikan memakai susu full-fat, karena kebutuhan kalori dari lemak masih cukup tinggi untuk masa emas pertumbuhan.

Nah, tetapi ingat bahwa preferensi makanan anak akan terbentuk di periode MP-ASI. Kandungan lemak pada makanan bisa memberikan rasa yang lebih lezat, sehingga sebagai orang tua atau pengasuh tentunya perlu hati-hati dalam memilah jenis lemak. Pastikan si kecil terbiasa dengan asupan lemak jenuh yang ngga lebih dari 1/3 total kalori dari lemak (kurang dari 10% kebutuhan kalori harian), supaya si kecil tumbuh dengan kebiasaan makan yang baik.

Selain itu, lemak jahat seperti pada makanan kemasan biasanya membuat anak mudah kenyang, padahal kepadatan gizinya cukup rendah loh, tentu kamu ngga mau si kecil jadi mudah kenyang padahal kebutuhan gizinya belum tercukupi.

Bagaimana, Sahabat Sehat? Jadi, jangan takut berikan lemak baik karena dibutuhkan untuk pertumbuhan si kecil. Tetap berikan makanan pendamping yang padat gizi makro dan mikro ya! Eits, kalau penasaran bagaimana aturan lemak untuk anak usia di atas 2 tahun, nantikan di postingan selanjutnya ya, jangan lupa tinggalkan komentar dan bagikan pada mommies seperjuangan!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Koletzko, Berthold. 2000. Lipids in Complementary Foods. Pediatrics November 2000, 106 (Supplement 4) 1294. https://pediatrics.aappublications.org/content/106/Supplement_4/1294

Ninditya, Lina dan Fadhila, Siti Rayhani. 2016. Memberi Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana

World Health Organization. 2009. Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals. Geneva: World Health Organization.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.