Ibu hamil (atau disingkat Bumil) yang mengalami hipertensi berkontribusi penyebab kematian utama pada ibu dan bayi baru lahir. Dampak dari hipertensi pada bumil bagi janin yang dikandungnya adalah kekurangan suplai oksigen yang memadai ke janin, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) hingga kematian janin. Selain itu, jika ibu tersebut sudah melahirkan, dapat menimbulkan risiko gangguan persarafan, gagal ginjal dan jantung pasca persalinan. Bumil hipertensi perlu penangan medis dan penanganan mandiri untuk menghindari dampak tersebut.
Penanganan mandiri oleh bumil hipertensi dapat dilakukan dengan mengontrol berat badan dan mengelola asupan makanan. Selain mengurangi asupan garam dan meningkatkan asupan sayur dan buah, bumil hipertensi ternyata juga dianjurkan konsumsi pangan sumber omega 3, loh! Kenapa ya? Sahabat sehat, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Hipertensi pada Bumil, Bagaimana Tanda dan Gejalanya?
Bumil hipertensi adalah kondisi jika seorang ibu hamil memiliki tekanan darah di atas atau sama dengan 140 mmHg. Tekanan darah bumil normal berkisar 120/80 mmHg. Gejala yang biasa dihadapi oleh bumil hipertensi antara lain sakit kepala, pandangan kabur, nyeri perut, sesak napas dan bengkak pada tangan dan wajah.
Apa itu Omega 3?
Omega 3 merupakan salah satu jenis asam lemak tidak jenuh ganda atau Polyunsaturated fatty acids (PUFAs) yang memiliki manfaat penting untuk tubuh. Jenis omega 3 ada tiga antara lain alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA). Mekanisme omega 3 dalam mengontrol kontrol tekanan darah bumil hipertensi belum diketahui, namun omega 3 berfungsi sebagai anti inflamasi dengan melindungi pembuluh darah rahim sehingga mengurangi peningkatan tekanan darah pada bumil hipertensi. Di samping itu, EPA dan DHA juga dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak janin.
Apa saja sumber Omega 3?
Asam lemak Omega 3 merupakan zat gizi esensial dimana tubuh tidak dapat memproduksi sendiri, sehingga harus mengonsumsi makanan yang mengandung Omega 3 supaya dapat menjalankan fungsinya. Sumber makanan tinggi ALA berasal dari nabati, antara lain minyak canola, kedelai, dan biji rami. Sedangkan EPA dan DHA berasal dari hewani, antara lain berbagai jenis ikan dan seafood (ikan teri, salmon, kembung, tuna, mackerel, tenggiri, kerang, dan lainnya), minyak ikan, minyak krill atau minyak yang berasal dari mikroorganisme yang hidup di perairan.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan 2019, Bumil dianjurkan mengonsumsi sumber omega 3 sebanyak 1,4 g/hari. Bumil juga dianjurkan mengonsumsi ikan dan makanan laut lainnya minimal 2 porsi atau 227 gram per minggu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandung. Suplemen omega 3 diperlukan jika asupan harian tidak mencapai angka kecukupan, namun dosis harus sesuai dengan anjuran dokter atau dietisien, ya!
Sahabat Sehat, ternyata omega 3 memiliki manfaat penting bagi bumil dengan hipertensi. Jika Sahabat Sehat sedang hamil dengan tekanan darah cenderung tinggi atau lebih tinggi dari normal, sebaiknya segera periksa ke dokter dan perbanyak asupan makanan tinggi omega 3 sesuai anjuran supaya tetap sehat selama menjalankan masa kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Ditulis Oleh:
Novita Sabuluntika, S.Gz
Pendidikan : Mahasiswa Program Dietisien IPB
S-1 Ilmu Gizi Undip
