Periodic Limb Movement Disorder dapat terjadi saat tidur, sehingga seringkali tidak disadari. Kondisi ini meliputi gerakan yang terjadi secara refleks dan para peneliti percaya bahwa gangguan ini berhubungan dengan sistem saraf. Lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut, Sahabat Sehat!
Apa itu Periodic Limb Movement Disorder?

Periodic Limb Movement Disorder (PLMD), juga dikenal sebagai gerakan kaki periodik saat tidur (PLMS) adalah suatu gangguan yang terjadi saat tidur dengan tanda gerakan pada lengan dan kaki berupa sentakan, kedutan dan fleksi. Gerakan ini terjadi saat kamu tidur, setiap 20 hingga 40 detik, hingga beberapa menit.
Orang dengan PLMD tidak menyadari anggota tubuhnya sedang bergerak. Mereka tidak dapat mengendalikan atau menghentikan gerakannya. Gerakan dapat berupa hentakan atau kedutan. Menurut Sleep Health Foundation, penyakit ini dialami oleh sekitar 2% orang berusia kurang dari 30 tahun, dan sekitar 40% pada orang berusia 65 tahun ke atas, baik pada laki-laki maupun perempuan.
Apa Penyebabnya?
Penyebabnya utamanya belum ditemukan, namun berkemungkinan karena mengonsumsi kafein, obat-obatan seperti antidepresan, obat antimual, litium, dan antikonvulsan. Biasanya juga dialami oleh seseorang yang juga mengalami gangguan tidur seperti narkolepsi atau RLS, memiliki gangguan perkembangan saraf (hiperaktivitas, sindrom Williams, dan lainnya), mengalami cedera saraf tulang belakang, anemia karena defisiensi besi, serta gangguan metabolisme termasuk diabetes dan penyakit ginjal.

Gejala Periodic Limb Movement Disorder
Gejala yang dapat ditumbulkan yaitu saat bangun tidur merasa lelah atau tidak segar, gelisah, terbangun beberapa kali saat tidur dimalam hari. Saat tidur akan muncul gerakan yang berulang pada salah satu kaki atau keduanya, bahkan terkadang juga terjadi pada lengan. Gerakan itu mungkin juga melibatkan bagian lain seperti jempol kaki, pergelangan tangan, pinggul, lutut atau pergelangan kaki yang menekuk ke atas dan berupa gerakan fleksi atau berkedut.
Kondisi ini juga seringkali dikaitkan dengan terjadinya masalah perilaku, seperti penurunan kinerja saat bekerja atau prestasi di sekolah karena kualitas tidur yang kurang baik. Menurut American Sleep Association, sekitar 80% seorang penderita Restless Leg Syndrome (RLS) juga menderita PLMD, karena kemungkinan mengalami gejala RLS.
Nah, itulah tentang PLMD. Jika kamu mengalami gejala di atas, mungkin kamu mengalami PLMD. Tetapi, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu. Gangguan ini bukanlah kondisi yang mengancam jiwa. Namun, tidur malam yang nyenyak penting bagi semua orang.
