Sehat Seutuhnya

Teman Sehat, percaya atau ngga, tubuh manusia diciptakanNya begitu sempurna. Tubuh manusia yang sempurna ini terdiri dari empat bagian yang berbeda tapi saling berkaitan, yaitu fisik, mental, emosional dan spiritual. Meskipun diantara bagian tubuh manusia ada yang ngga berwujud, tetapi semuanya bekerja sama dan saling tergantung.

Fisik kuat dan sehat modal hidup sehat

Sehat seutuhnya, fisik kuat dan sehat modal hidup sehat
Foto: Unsplash.com

Agar bisa sehat secara fisik atau jasmani, manusia perlu menjaga keseimbangan (homeostasis) antara sebelas sistem tubuh manusia, yaitu sistem rangka, sistem integumen, sistem otot, sistem peredaran darah, sistem pernafasan, sistem syaraf, sistem hormon atau endokrin, sistem pencernaan dan pengeluaran, sistem imunitas & limfatik, sistem ginjal & saluran kemih, dan sistem reproduksi, dengan baik.

Semua sistem tersebut membutuhkan zat gizi dan kondisi tertentu supaya bisa bekerja dengan baik. Zat gizi yang dibutuhkan ini diperoleh tubuh dari beragam makanan dan minuman yang aman dan sehat.

Latihan fisik dan pola makan yang sehat biasanya muncul di benak kebanyakan orang ketika memikirkan tentang kesehatan fisik. Ini benar, tetapi bukan ini satu-satunya cara untuk menjadi hidup sehat. Masih diperlukan mental, emosional dan spriritual yang sehat.

Banyangkan bila ada orang yang memiliki kebiasaan makan yang bersih dan sehat dan memiliki fisik yang bugar, tetapi mengalami tekanan emosional yang berlebihan, tentu akan mengganggu kesehatan. Sebaliknya, seseorang dengan kesehatan mental yang baik, tetapi tiba-tiba kakinya patah karena berolahraga, yang menyebabkan ia jaadi ngga sehat secara fisik. Nah, hal ini kemudian bisa diikuti oleh stres emosional yang juga mengganggu kesehatan secara keseluruhan.

Pikiran dan emosi negatif mengganggu kesehatan

sehat seutuhnya, pikiran mempengaruhi kesehatan
Foto: Unsplash.com

Kesehatan mental berkaitan dengan kesehatan fisik. Ini dibuktikan Boehm JHK dkk., dalam penelitiannya pada sejumlah subjek dewasa bahwa berpikir positif atau optimisme berpengaruh pada perilaku sehat yang ditunjukkan dengan semakin peduli pada kesehatan tubuh agar terlindung dari berbagai penyakit termasuk penyakit kardiovaskular.

Ketika orang berpikir tentang kesehatan, kebanyakan orang mempertimbangkan aspek fisik tubuh. Sebenarnya sehat bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat secara mental, dan spiritual. Sehubungan dengan hal ini, sejak tujuh dekade lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 1958) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang lengkap dan bukan sekedar ngga adanya penyakit atau kelemahan. Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dinyatakan kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Ciri sehat seutuhnya

Ciri-ciri seseorang sehat seutuhnya atau sehat secara holistik adalah mengonsumsi makanan dan nminuman yang cukup dan sehat,  aktif dan produktif, ukuran tubuh seimbang – ngga kurus dan ngga gendut, terampil mengendalikan emosi dan stres, memelihara hubungan horizontal dan vertikal dengan baik, percaya kepada Sang Pencipta, peduli dan menghargai ciptaanNya.  Dengan memiliki tubuh yang sehat kamu bisa memiliki kekebalan yang kuat, begitu pula sebaliknya.

Nah, itulah sebabnya kamu perlu menjaga Kesehatan seluruh komponmen tubuh, baik yang fisk (lahir) maupun non fisik (batin) alias sehat seutuhnya, yaitu sehat fisik, mental, emosional, sosial maupun spiritual, yang juga pernah direkomendasikan Mato-Juhasz dalam upaya turut mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Seyogyanya masih banyak yang menganggap kesehatan sebagai modal penting dan nikmat kehidupan

(Prof Dr Hardinsyah MS, Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB dan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia)

Referensi

Boehm JHK, Chen Y, Koga H, Mathur MB, Vie LL, and Kubzansky LD. 2018. Is Optimism Associated with Healthier Cardiovascular-Related Behavior? Meta-Analyses of 3 Health Behaviors. Circulation; 122 (8): 1119-1134
https://doi.org/10.1161/CIRCRESAHA.117.310828

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Mato-Juhasz A, Kiss-Toth E, Szegedi K. Holistic Health Model of Sustainable Development. European Scientific Journal. 2016 (12):1857 – 7881

Ventegodt S, Kandel I, Ervin DA, Merrick J. 2016. Concepts of Holistic Care. Springer International Publishing Switzerland in Rubin L et al. (eds.) Health Care for People with Intellectual and Developmental Disabilities across the Lifespan, DOI 10.1007/978-3-319-18096-0_148

World Health Organization (1958). The first ten years of the World Health Organization. Geneva: WHO.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.