Selenium Menjaga Tubuh dari COVID-19?

Hai Sahabat Sehat! Pandemi COVID-19 di Indonesia belum usai. Banyak tips bermunculan terkait konsumsi makanan atau suplemen selama pandemi COVID-19, mulai dari konsumsi rempah-rempah, suplemen vitamin C, vitamin D, hingga minum susu komersial yang sempat viral di masyarakat. Tapi, ada satu lagi mineral yang jarang diketahui, yakni selenium. Apa benar selenium bisa menjaga tubuh dari COVID-19?

Selenium Menjaga Tubuh dari COVID-19?
Foto: Pexels.com

Kenali selenium dan fungsinya

Selenium merupakan salah satu mineral mikro yang esensial. meskipun jumlahnya dalam tubuh sangat sedikit sekitar 20-30 mikrogram, tetapi selenium tetap dibutuhkan tubuh sebagai antioksidan yang melindungi membran sel dari kerusakan, menangkal radikal bebas, dan berpotensi mencegah penyakit degeneratif, seperti kanker dan penyakit jantung.

Dilansir Aceh Nutrition Journal, selenium mampu membantu proses penyembuhan diare akut. Asupan Selenium yang tinggi bisa menjaga daya tahan tubuh, menurunkan risiko radang dan stress oksidatif. Dilansir artikel ilmiah tahun 2017 oleh Kusmana F, selenium menghasilkan selenoprotein yang nantinya berperan melawan penyakit, seperti diabetes melitus tipe 2, kelainan tiroid, penyakit kardiovaskular, selain itu juga untuk mencegah penuaan, menjaga kesuburan pria, dan lain sebagainya. Lalu, kira-kira berkaitan ngga ya sama COVID-19?

Kaitan Selenium dengan COVID-19, didukung penelitian

Publikasi Medical Hypotheses menyebutkan suplemen selenium berpotensi melawan virus corona. Begitu pula menurut British Journal of Nutrition yang menyebutkan bahwa suplementasi selenium dapat mencegah gejala penderita semakin parah. Hal itu serupa dengan studi dari Current Nutrition Reports, pasien COVID-19 yang parah cenderung mengalami stress oksidatif, sehingga suplementasi selenium dianggap cocok untuk untuk mengurangi risiko dan keparahan gejala, mengingat fungsi selenium untuk melawan virus, menjaga kekebalan tubuh, serta mengurangi stress oksidatif.

Dilansir Jurnal Nutrients, asupan selenium juga berhubungan dengan risiko mortalitas, survivor COVID-19 memiliki asupan selenium yang lebih tinggi dibandingkan non survivors, dalam hal ini selenium membantu proses penyembuhan. Jadi jangan lupa penuhi kebutuhan selenium ya, Sahabat Sehat.

sumber selenium untuk tingkatkan imun
Foto: Pexels.com

Contoh makanan sumber selenium

Selenium bisa kamu dapatkan secara alami melalui konsumsi makanan, selenium banyak pada makanan laut. Berikut beberapa contoh makanan tinggi selenium, yaitu kacang brazil  ( 1917 mikrogram/100 gram), ikan sarden (52,7 mikrogram/100 gram), kan tuna (46 mikrogram/100 gram), tiram (39.2 mikrogram/100 gram), udang (37.8 mikrogram/100 gram), ikan salmon (31,4 mikrogram/100 gram), daging (31 mikrogram/100 gram), telur (30-34 mikrogram/100 gram), dan biji wijen (34,4 mikrogram/100 gram).

Selenium menjadi salah satu mineral yang mampu menjaga imunitas tubuh, melawan virus dan mengurangi stress oksidatif supaya ngga mudah sakit karena paparan COVID-19, atau jika sudah terpapar selenium bisa mencegah gejala COVID-19  semakin parah dan membantu proses penyembuhan. Namun, perlu diingat bahwa selenium bukan satu-satunya yang menjadi fokus utama selama pandemi COVID-19. Jangan lupa terapkan protokol kesehatan, menjaga pola makan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Moghaddam A, Heller RA, Sun Q, Seelig J, Cherkezov A, Seibert L, Hackler J, Seemann P, Diegmann J, Pilz M, Bachmann M, Minich WB, Schomburg L. Selenium Deficiency Is Associated with Mortality Risk from COVID-19. Nutrients. 2020 Jul 16;12(7):2098. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32708526/

Khatiwada, S., Subedi, A. A Mechanistic Link Between Selenium and Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Curr Nutr Rep 10, 125–136 (2021). https://link.springer.com/article/10.1007/s13668-021-00354-4

Bermano, G., Méplan, C., Mercer, D., & Hesketh, J. (2021). Selenium and viral infection: Are there lessons for COVID-19? British Journal of Nutrition, 125(6), 618-627. https://www.cambridge.org/core/journals/british-journal-of-nutrition/article/selenium-and-viral-infection-are-there-lessons-for-covid19/BE3AC78D5C92725BE83C4E474ECBB548

Kieliszek, M., & Lipinski, B. (2020). Selenium supplementation in the prevention of coronavirus infections (COVID-19). Medical hypotheses143, 109878. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S030698772031104X

Wang Y, Rijntjes E, Wu Q, Lv H, Gao C, Shi B, Schomburg L. Selenium deficiency is linearly associated with hypoglycemia in healthy adults. Redox Biol. 2020 Oct;37:101709. doi: 10.1016/j.redox.2020.101709. Epub 2020 Sep 1. PMID: 32905881; PMCID: PMC7462470.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32905881/

Nolitriani, N., Jurnalis, Y. D., & Sayoeti, Y. (2020). Literatur review: Peran selenium pada diare akut anak. AcTion: Aceh Nutrition Journal5(2), 140-146. http://ejournal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/an/article/view/307

Kusmana, F. (2017). Selenium: Peranannya dalam Berbagai Penyakit dan Alergi. Cermin Dunia Kedokteran44(4), 289-294.. http://103.13.36.125/index.php/CDK/article/view/852

https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1100514/nutrients

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.