Cinderella Complex, Kondisi Mental Akibat Kurang Mandiri

Hai, Teman Sehat, jika kamu mendengar nama Cinderella tentu yang ada dibayangan kamu adalah perempuan cantik dengan gaun biru dan sepatu kacanya. Dalam cerita dongeng memang putri ini memiliki keberuntungan yang sangat luar biasa, berawal dari disiksa ibu tirinya sampai menikah dengan pangeran yang diimpikan.

Tapi, kali ini bukan dongeng itu yang akan dibahas, melainkan suatu kondisi psikologis yang berbahaya bila ngga segera diatasi. Kok bisa, ya? Mari lihat informasi berikut ini!

Apa itu, Cinderella Complex?

cinderella complexFoto: Pexels.com

Cinderella Complex atau yang juga disebut sindrom Cinderella mulai dipopulerkan pada tahun 1980-an oleh Colette Dowling yang merupakan seorang terapis. Pada dasarnya Cinderalla Complex merupakan sindrom yang mengarah pada “damsels in distress” yaitu perempuan membutuhkan laki-laki sebagai penyelamat.

Perempuan akan selalu merasa bahwa dirinya lemah dan ngga mau berkembang, seperti halnya Cinderella yang hanya menunggu pangeran atau orang lain untuk mengubah hidupnya.

Lebih rentan dialami perempuan

Hasil social experience terhadap beberapa perempuan menujukkan bahwa mereka cenderung mengharapkan selalu ada seseorang yang bisa diandalkan saat mereka membutuhkan. Misalnya untuk menenangkan saat mereka sedang memiliki masalah atau merasa khawatir, mendengarkan cerita hingga memberi masukan.

Tapi, uniknya perempuan menganggap diri mereka bukan tipikal yang bergantung pada orang lain. Setelah diamati secara langsung ternyata hasilnya berbeda, perempuan cenderung ngga bisa hidup sendiri dalam waktu yang lama dan bergantung pada orang disekitarnya.

Ini menujukkan tanpa disadari mereka memiliki ketergantungan yang membuat perempuan menjadi rentan terkena gangguan psikologis. Secara ngga langsung, ketergantungan bsia menimbulkan rasa takut, bahkan berisiko menyebabkan depresi dan memiliki kecenderungan mengalami sindrom Cinderella Complex.

Tanda dan gejala

cinderella complex, working woman
Foto: Pexels.com

Menurut beberapa ahli psikologis, seseorang yang menderita Cinderella Complex memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Ketergantungan pada orang lain
  • Menganggap dirinya lemah
  • Memiliki ekspektasi berlebihan pada orang lain
  • Kepercayaan diri yang rendah
  • Selalu menunggu orang lain untuk mengubah hidupnya

Faktor penyebab

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya Cinderella Complex, diataranya yaitu:

  • Beberapa penelitian menunjukkan pola asuh memiliki peran penting. Anak-anak yang ngga dididik untuk bersikap tegas dan independen, cenderung selalu bergantung pada orang disekitarnnya. Dampak pola asuh ini akan terlihat saat mereka mulai menginjak usia dewasa dan menyebakan mereka rentan mengalami sindrom ini.
  • Terlalu sering menonton atau membaca sesuatu dengan tema fairytale (dongeng). Akhir cerita yang selalu bahagia dan munculnya sosok pahlawan, tanpa sadar akan membentuk pola pikir ketergantungan. Bahkan menganggap jika suatu saat pasti akan ada orang lain yang mengubah hidupnya, hal ini bisa membuat mereka ngga memiliki keingianan untuk memperbaiki diri.
  • Perempuan yang ngga bekerja dan hanya bergantung pada suami juga memiliki kerentanan lebih tinggi untuk mengalami sindrom Cinderella Complex.

Penyembuhan

Proses penyembuhan psikologis ngga bisa dilakukan secara instan, karena memerlukan waktu dan penggalian lebih dalam mengenai informasi terkait penyebab, latar belakang, tingkat keparahan gejala dan kesadaran dari orang tersebut. Selain itu, keinginan untuk bisa sembuh yang berasal dari diri sendiri juga berpengaruh sangat besar, loh!

Jika kamu merasakan tanda atau gejala Cinderella Complex dan merasa bahwa hal tersebut sudah mengganggu rutinitas, ngga perlu ragu lagi untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, ya!

Nah, kamu sudah mulai tahu kan tentang sindrom Cinderella Complex? Sekarang saatnya kamu mulai melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya hal tersebut, baik pada diri sendiri maupun orang di sekitarmu. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Sneha Saha. 2017. Cinderella Complex: Theoretical Roots to Psychological Dependency Syndrome in Women
https://www.researchgate.net/publication/323545152_Cinderella_Complex_Theoretical_Roots_to_Psychological_Dependency_Syndrome_in_Women
Diakses pada 4 Februari 2021

Oktinisa, T. F., Rinaldi, dan T. Hermaleni. 2017. Kecenderungan Cinderella Complex Ppda Mahasiswa Perempuan Ditinjau dari Persepsi Pola Asuh
http://ejournal.unp.ac.id/index.php/psikologi/article/view/9233/6952
Diakses pada 4 Februari 2021

Zahrawaany, T. A. dan S. S. Fasikhah. 2019. Pengaruh Kematangan Pribadi dengan Kecenderungan Cinderella Complex pada Wanita Dewasa Awal
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/cognicia/article/view/
Diakses pada 4 Februari 2021

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.