Rayakan Imlek dengan 5 Jenis Jeruk Kaya Gizi

kandungan gizi pada jeruk untuk merayakan imlek
Foto: Freepik.com

Teman Sehat, Imlek atau tahun baru Cina sangat identik dengan buah Jeruk, karena dalam bahasa Mandarin jeruk sering disebut dengan chi zhe, yang berarti buah rezeki. Tapi tahukah kamu beberapa jenis jeruk yang sering dikonsumsi saat imlek ternyata punya kandungan gizi yang baik untuk kesehatan, loh! 

Jeruk sunkist  

Jeruk Sunkist merupakan jeruk yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia baik saat momen Imlek ataupun pada hari biasa. Jeruk navel dan valencia merupakan dua jenis jeruk sunkist yang bayak beredar di pasaran Indonesia.

Pada jeruk navel terdapat kandungan beta-karoten salah satu antioksidan yang bisa membantu mencegah kerusakan sel. Jeruk ini juga mengandung kalsium yang berfungsi menjaga kesehatan tulang dan vitamin B6 untuk meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah. Kandungan kalium yang tinggi juga bisa menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel, selain itu, ada magnesium yang berfungsi menjaga tekanan darah.

Jeruk sunkist bisa dikonsumsi secara langsung, dijadikan infused water, atau produk olahan lainnya. Tapi, setiap cara pengolahan tentunya mempengaruhi kandungan zat gizi jeruk yang akan dikonsumsi. Jika ingin mendapatkan gizi yang lebih maksimal, kamu bisa mengkonsumsinya secara langsung atau dengan cara diperas. 

Jeruk ponkan  

Jeruk ponkan merupakan jeruk asal Cina yang memiliki umur simpan cukup panjang, sehingga mudah diperoleh dan tersedia sepanjang tahun. Jeruk ini memiliki diameter 7-8 cm.

Selain efektif meningkatkan sistem imun tubuh, bagian kulitnya juga mengandung komponen bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang banyak diolah menjadi beberapa produk lain. Misalnya, digunakan sebagai alternatif agen kemoterapi pada pengobatan penyakit kanker.    

Jeruk lukan 

kandungan gizi jeruk
Foto: Pexels.com

Jeruk lukan memiliki ukuran yang ngga jauh berbeda dengan jeruk ponkan, tapi memiliki tekstur kulit sedikit lebih kasar dan berkerut, serta rasa yang lebih ringan dan manis. Jeruk Lukan mengandung provitamin A, tiamin, riboflavin, folat, kalsium dan komponen polifenol.

Diketahui bahwa beberapa komponen tersebut bisa mencegah degenerasi makula (salah satu penyebab utama kebutaan akibat usia), menetralkan tubuh dari radikal bebas dan menurunkan risiko penyakit jantung. 

Jeruk santang   

Jeruk ini memiliki serat yang cukup besar, tanpa biji dan rasa yang manis. Sama seperti jeruk lainnya, jeruk santang kaya akan kandungan Vitamin C dan serat yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar saluran cerna.

Jeruk santang juga diketahui mengandung tangeritin (senyawa yang mampu menghambat aktivitas sel kanker), vitamin B6, beta-karotene, kalsium, potassium, fosfor dan magnesium sehingga bermanfaat juga untuk menurunkan risiko stroke, menurunkan tekanan darah, mencegah kerusakan kulit, menjaga kesehatan ginjal dan mata. 

Jeruk bali   

Jeruk yang memiliki nama latin Citrus maxima ini diketahui tumbuh di beberapa negara Asia Tenggara dengan daging buah berwarna putih, krem, merah muda hingga merah. Jeruk bali diketahui mengandung vitamin C, komponen fenol dan karotenoid.

Studi literatur menunjukkan jeruk bali dengan warna jus merah memiliki kandungan fenolik dan kerotenoid yang lebih tinggi. Komponen fenolnya berupa naringin, nobiletin, dan quercetin. Selain itu, juga tinggi akan kandungan limonoid yang berupa aglikon limonoid dan glukosida limonoid.

Kandungan zat gizi tersebut  membuat jeruk bali memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, seperti meningkatkan imunitas tubuh dan kinerja sistem pencernaan, mengurangi risiko batu ginjal dan kanker, serta menjaga kesehatan otak dan jantung.   

Teman Sehat, jenis jeruk apa nih, yang jadi kesukaanmu? Yuk, rutin mengkonsumsi buah dengan kandungan vtamin C tinggi seperti Jeruk supaya daya tahan tubuh tetap terjaga.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Balitjestro. 2016. Tips Membedakan Jenis Jeruk (Available online athttp://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/tips-membedakan-jenis-jeruk/) Diakses pada: 8 Februari 2021. 

Haitami, Ulfa, A., Muntaha, A. 2017. Kadar Vitamin C Jeruk Sunkist Peras dan Infused Water. Medical Laboratory Technology Journal, 3 (1): 98 – 102.  

Pichaiyongvongdee, S., R. Haruenkit. 2009. Investigation of limonoids, flavanon, total polyphenol content and antioxidant activity in seven Thai pummelo cultivars. Kasetsart Journal (Nat. Sci.) 43: 458-466.

Roska, T.P., Sahati, S., Fitrah, A.D., Juniarti, N., Djide,N. 2018. Efek Sinergitas Ekstrak Kulit Jeruk (Citrus sinensis L) Pada Patch Bioselulosa Dalam Meningkatkan Penyembuhan Luka Bakar. Jurnal Farmasi Galenika, 4 (2): 87 – 92.  

Yunas, S.R., Latifah, N., Rokhman, M.R. 2007. Penggunaan Ekstrak Etanolik Kulit Buah Jeruk Mandarin (Citrus reticulata) Untuk Meningkatkan Sensitivitas Sel Kanker Payudara MCF-7 Terhadap Agen Kemoterapi Doxorubicin. Pharmacon, 8 (2): 64–69. 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.