Kedelai sebagai sumber protein nabati yang banyak penggemarnya bisa diolah menjadi berbagai olahan, salah satunya dengan difenrmentasi. Hasil fermentasinya seperti tahu dan tempe pasti udah sering kamu konsumsi kan?
Nah, bagaimana dengan tauco? Apakah Sahabat Sehat sudah pernah mencobanyaa? Cari tahu lebih lanjut mengenai olahan kedelai yang satu ini dari ulasan di bawah ini, yuk!

Inilah Tauco
Tauco termasuk makanan tradisional Indonesia dan banyak ditemukan di daerah Jawa Barat. Produk fermentasi kedelai ini ada yang kering ada pula yang basah. Masyarakat umumnya menggunakan tauco sebagai penyedap masakan. Mulai dari sambal, berbagai tumisan hingga soto. Tauco yang ditambahkan akan memberikan rasa umami pada hidangan tersebut.
Bukan hanya Indonesia aja loh, yang punya olahan fermentasi kedelai. Di beberapa Negara Asia seperti Jepang, Korea, Tiongkok, dan Thailand juga punya tauco-nya sendiri. Di Jepang disebutnya miso, di Korea doenjang, di Tiongkok dajiang, dan di Thailand disebut dengan thua-nao. Menarik banget kan?

Kandungan Gizinya
Biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian difermentasi. Fermentasi tauco ini bertujuan meningkatkan rasa, selain itu juga dapat meningkatkan kandungan gizi yang terkandung dalam kedelai. Dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017, per 100 gram tauco mengandung energi 184 kkal, protein 11.4 gram, lemak 5.5 g, dan karbohidrat 22.2 gram. Berdasarkan sebuah penelitian, kandungan vitamin C pada tauco diketahui sangat kuat, loh (IC50 4.41 ppm).
Manfaatnya
Sebagai salah satu bumbu, tentunya tauco dapat membuat masakan menjadi lebih lezat. Aroma yang khas dan rasa umami ini biasanya disajikan pada hidangan tauge goreng di Bogor, bubur sop ayam di Cirebon, soto di Pekalongan, serta berbagai olahan sambal, sayur, dan ikan tauco.
Kacang kedelai diketahui memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, efek estrogenik, antiosteoporosis, dan antikanker. Isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Pada produk fermentasi kedelai ditemukan isoflavon bebas (aglikon) dalam jumlah besar.
Berdasarkan penelitian, senyawa tauco mengandung daidzein dan genistein. Kedua senyawa itu termasuk dalam senyawa isoflavon. Bahkan, Genistein adalah antioksidan paling kuat dalam kedelai, diikuti oleh daidzein. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa peptide umami yang ada dalam tauco kemungkinan mempunyai bioaktivitas, yaitu antioksidan, antidiabetes, dan antihipertensi. Namun, masih perlu diteliti lebih lanjut.
Nah, semoga Sahabat Sehat jadi lebih tahu kan tentang bumbu khas satu ini. Banyak banget kan manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dengan mengonsumsi tauco? Jadi penasaran gimana rasanya?
Bagi Sahabat Sehat yang udah pernah coba, jangan lupa di share ya pengalamannya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini! Semoga informasi ini bermanfaat. Keep healthy and happy!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
