Quarter Life Crisis: Tantangan Ketika Beranjak Dewasa

Usia 20-30 tahun, seseorang berada pada fase produktif dan fase beranjak dewasa. Banyak sekali individu yang merasa belum siap untuk berada di fase ini, berada pada medan kehidupan yang sesungguhnya. Mereka yang belum siap, diselimuti perasaan khawatir dan cemas.

Tentang apa? Banyak hal, misalnya pendidikan, percintaan, finansial dan karir. Belum lagi saat ada tekanan dari segala penjuru. Tekanan dari keluarga, teman, dan orang sekitar lainnya. Ketakutan dan kecemasan ini bisa menjadi alasan seseorang mengalami stres hingga depresi. Jika kamu merasakan takut seperti ini, bisa jadi kamu mengalami quarter life crisis.

quarter life crisis
Foto: Unsplash.com

Penyebab Quarter Life Crisis

Banyaknya Pilihan Jalan Kehidupan

Setelah menyelesaikan pendidikan, Sahabat Sehat akan dilepas ke medan kehidupan yang sesungguhnya. Jalannya pun banyak. Banyaknya pilihan jalan ini, bisa membuat kamu bingung mau melangkah ke jalan yang mana, sehingga memicu quarter life crisis.

Membandingkan Diri dengan Teman

Salah satu hal yang membebankan pikiran adalah ketika melihat pencapaian orang lain. Kamu terbiasa melihat bahwa hidup adalah soal kompetisi, berlomba-lomba untuk bisa mencapai yang terbaik. Padahal dalam menjalani hidup, ada banyak faktor yang mendukung dan menghambat seseorang. Start-nya sudah berbeda, begitu juga jalan yang dipilih tentu akan berbeda dengan teman. Melihat pencapaian teman yang tampaknya lebih sukses dapat membuat seseorang merasa tertinggal dan merasakan tekanan untuk mencapai kesuksesan serupa.

Takut Mengambil Keputusan

Saat mulai beranjak dewasa, kamu akan dihadapkan dengan pengambilan keputusan penting. Kekhawatiran akan konsekuensi dan risiko dari setiap keputusan dapat membuat seseorang enggan untuk mengambil langkah maju. Hal ini menyebabkan kebingungan dan kecemasan, apakah langkah yang dipilih ini benar atau tidak.

Realita yang Tidak Sesuai Ekspektasi

Saat seseorang mulai beranjak dewasa, seseorang mulai menyadari realitas kehidupan yang mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan dan cita-cita masa kecil. Tidak semudah apa yang dibayangkan sebelumnya. Ketidaksesuaian ini dapat menimbulkan seseorang mengalami quarter life crisis.

menghadapi quarter life crisis
Foto: Unsplash.com

Tanda Kamu Mengalami Quarter Life Crisis

Ada beberapa hal yang menjadi pertanda kamu sedang mengalami quarer life qrisis. Di antaranya, mudah merasa insecure dan tidak percaya diri; sering merasa bingung mengenai masa depan; merasa tidak bahagia; sulit menentukan tujuan hidup; merasa cemas akan masa depan; perubahan dalam lingkaran pertemanan; serta kurang motivasi dan keinginan untuk bersenang-senang.

Cara Mengatasinya

Bagaimana cara mengatasinya? Kamu bisa coba untuk meluangkan waktu untuk merenung dan menetapkan tujuan kecil yang ingin dicapai. Namun, jangan terlalu keras pada diri sendiri dalam mencapai tujuan tersebut. Kamu juga bisa mengeksplor hal yang menunjang karir dan membangun hubungan sosial. Tak kalah penting, kamu juga perlu menerima kelebihan dan kekurangan diri.

Mengatasi quarter life crisis membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan ragu untuk meminta bantuan teman sekitar untuk modal dalam pengembangan diri. Yakinlah bahwa semua akan berlalu dan hal indah akan datang.

Referensi

OCBC. 2021. Quarter Life Crisis. https://www.ocbc.id/id/article/2021/04/08/quarter-life-crisis. Diakses pada 21 Januari 2024.

Alodokter. 2020. Memahami Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinya. https://www.alodokter.com/memahami-quarter-life-crisis-dan-cara-menghadapinya. Diakses pada 21 Januari 2024.

Gramedia Blog (Sevilla Nouval). Tentang Quarter Life Crisis dan Cara Terbaik untuk Melewatinya https://www.gramedia.com/literasi/tentang-quarter-life-crisis-dan-cara-terbaik-untuk-melewatinya/. Diakses pada 21 Januari 2024.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.