Tips Berpuasa Bagi Penyandang Diabetes Melitus

tips berpuasa bagi penyandang diabetes melitus

Sahabat Sehat kondisi diabetes melitus (DM) membutuhkan perhatian khusus dalam menjalankan puasa. Diperlukan adanya pengaturan asupan makanan saat berbuka ataupun sahur untuk mencegah terjadinya peningkatan glukosa darah secara drastis. Berikut tips untuk penyandang DM supaya tetap aman menjalankan puasa dengan aman.

Bolehkah Penyandang DM berpuasa?

Puasa Ramdhan yang merupakan suatu kewajiban untuk umat muslim tentu aman dilakukan, bahkan untuk seseorang dengan diabetes melitus tipe 2. Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni kamu yang dalam kondisi DM berisiko rendah atau dengan kadar glukosa darah yang terkontrol.

Saat berpuasa tubuh mengalami beberapa perubahan, baik terkait dengan asupan makanan, aktivitas fisik, hingga rutinitas harian yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan diet saat berbuka dan sahur, serta melakukan pengecekan kadar gula darah secara rutin.

Puasa Sebagai Terapi Pasien DM

Selain mejalankan kewajiban, puasa Ramdahan juga bisa dijadikan terapi non farmakologis dengan pengaturan diet selama puasa. Saat berpuasa akan terjadi penurunan kadar glukosa darah sehingga menyebabkan penurunan sekresi insulin dan meningkatkan kerja hormon kontra insulin, yaitu glucagon dan katekolamin. Kedua hormon ini akan memecah glikogen sehingga terjadi penurunan kadar gula darah selama beberapa jam berpuasa.

Puasa juga membantu untuk orang yang mengalami peningkatan glukosa darah tinggi yang kronis untuk mencegah timbulnya komplikasi dengan cara menstabilkan kadar glukosa secara bertahap.

Diet Selama Puasa bagi Penyandang DM

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penyandang DM terkait dietnya selama berpuasa, yaitu dianjurkan untuk mengkonsumsi pangan kaya serat, seperti beras merah, oats, gandum, serta sayur dan buah. Hal ini dilakukan untuk memperlambat penyerapan glukosa dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

tips berpuasa bagi penyandang diabetes melitus
Foto: Freepik.com

Berikutnya, batasi konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan seperti makanan dan minuman manis, serta batasi asupan lemak secara berlebihan seperti gorengan. Salah satu publikasi dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan menyebutkan proporsi makan yang disarankan yaitu 40% untuk sahur dan 50% untuk berbuka. Proporsi tersebut dibagi menjadi 40% makan besar dan 10% untuk takjil, sedangkan 10% sisanya bisa berupa makanan kecil atau snack setelah tarawih.

Latihan Jasmani

Selain pengaturan diet, penyandang DM juga dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik atau latihan jasmani secara teratur, yaitu sekitar 3-4 kali per minggu selama kurang lebih 30 menit setiap latihan. Selain untuk mengendalikan kadar glukosa darah, berolahraga juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran selama menjalankan puasa.

Latihan yang bisa dilakukan berupa jalan kaki, bersepeda santai, jogging, atau berenang. Pemilihan jenis olahraga dan intensitas disesuaikan dengan kemampuan dan usia masing-masih individu.

Pengaturan diet pada penyandang DM sebenernya tidaklah rumit dan kamu bisa menerapkannya dengan mudah di rumah. Tapi, perlu diperhatikan bahwa kondisi setiap individu bisa saja berbeda. Jadi, sebaiknya lakukanlah konsultasi dengan dokter untuk mendapat saran dan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Sahabat Sehat.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Edukasi Pengaturan Diet Diabetes Mellitus(DM) Pada Penyandang DM Selama Menjalani Puasa Ramadhan. http://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/4829/2837. Diakses Pada 14 April 2022.

Puasa Ramadan dan Diabetes Melitus: Risiko, Manfaat dan Peluang Penelitian. http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/576/259. Diakses Pada 14 April 2022.

Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus. https://www.academia.edu/download/56766833/DM_Perkeni.pdf. Diakses Pada 14 April 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.