Konsumsi Sosis Terlalu Banyak, Bahayakah?

Halo Sahabat Sehat! Siapa yang tak kenal dengan makanan yang bernama sosis? Produk pangan olahan yang satu ini terbuat dari campuran daging halus dan tepung disertai tambahan bumbu. Menurut data survei independen dari perusahaan swasta menyebutkan bahwa konsumsi sosis tumbuh rata-rata sebesar 4,46% per tahunnya di Indonesia.

Rasa yang enak membuat penggemar sosis menyukai makanan ini. Varian sosis yang beredar di pasaran pun beragam, mulai dari sosis siap makan hingga melalui proses masak terlebih dahulu. Di balik itu, tahukah kamu bahwa konsumsi sosis dalam jumlah banyak bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan?

bahayakah mengonsumsi sosis setiap hari
Foto: Pexels.com

Mengintip proses olahan sosis dan kandungannya

Sosis adalah makanan yang diolah, dengan menambahkan berbagai macam bahan tambahan yang memiliki kandungan lemak, gula, dan garam yang tinggi. Bahan pembungkus terluar sosis berasal dari usus sapi hingga pembungkus sintetis disertai bumbu tambahan.

Daging segar yang digunakan sebagai bahan utama pembuat sosis ini bisa didapatkan dari ayam atau sapi. Kandungan zat gizi dalam 75 gram sosis secara umum, yakni kalori (304), lemak total (28 gram), kolesterol (62 mg), natrium (617 gram), kalium (176 gram), protein (12 gram), vitamin A (1,7%), C (0,9%), kalsium (0,9%), dan zat besi (6,4%) dari angka kecukupan gizi (AKG) harian.

Dampak bahaya kesehatan akibat makan sosis berlebih

Konsumsi sosis tentu diperbolehkan, namun efek kurang baik akan muncul akibat makan sosis terlalu sering atau dalam jumlah yang berlebihan. Bahan tambahan dalam sosis diketahui memiliki sejumlah risiko yang merugikan bagi kesehatan, seperti pengawet yang berupa nitrit dan nitrat.

bahaya mengonsumsi daging olahan berlebih
Foto: Pexels.com

Peneliti University of Zurich mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi daging olahan dengan risiko kematian. Orang yang mengonsumsi banyak daging olahan, seperti sosis berpotensi mengalami peningkatan kematian akibat penyakit jantung atau kanker. Hal ini disebabkan oleh adanya zat karsinogenik, seperti nitrosamin yang terbentuk melalui proses pengasinan atau pengawetan, selaind ari kedua proses tersebut zat ini juga bisa terbentuk akibat merokok.

Kandungan kolesterol yang tinggi dalam sosis juga turut berkontribusi meningkatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Menurut penelitian, orang yang makan lebih dari 40 gram daging olahan per hari memiliki peningkatan risiko kematian dibandingkan yang makan lebih sedikit yaitu 20 gram sehari.

Masalah kesehatan yang kerap muncul sebagai dampak konsumsi sosis secara berlebihan, yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi), obesitas, diabetes, stroke, osteoporosis, dan kanker. Oleh karenanya, yuk bijak dalam mengonsumsi makanan olahan, seperti sosis.

Sahabat Sehat, mencegah datangnya penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Kamu tetap bisa mengonsumsi sosis dalam jumlah secukupnya. Tak lupa, imbangi asupan zat gizi dari pangan lainnya, serta batasi konsumsi garam, gula dan lemak.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Utari R. 2021. Meski enak, ada bahaya makan sosis yang perlu diwaspadai. https://www.sehatq.com/artikel/meski-enak-ada-bahaya-makan-sosis-yang-perlu-diwaspadai. Diakses 30 Juni 2022

Alodokter. 5 bahaya sosis bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. https://www.alodokter.com/tips-sehat-mengonsumsi-sosis-dan-makanan-olahan-lain#:~:text=Tak%20hanya%20garam%2C%20sosis%20juga,jantung%20dan%20tekanan%20darah%20tinggi. Diakses 30 Juni 2022

Sciencedaily. 2013. A sausage a day is too many, research suggest. https://www.sciencedaily.com/releases/2013/03/130307124804.htm#:~:text=People%20who%20eat%20a%20lot,the%20increase%20in%20cancer%20mortality. Diakses 30 Juni 2022

Herlina dkk. 2015. Penggunaan tepung glukomnan umbi gembili sebagai bahan tambahan makanan pada pengolahan sosis daging ayam. Jurnal Agroteknologi Vol. 09 No. 02

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.